Massa Pendukung Trump Ancam Bikin Kerusuhan di Hari Pelantikan, Begini Respon Joe Biden
Instagram/joebiden
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku tak takut menjalani proses pelantikan di luar ruangan pada 20 Januari 2021, meski ramai ancaman kerusuhan dari massa pendukung Donald Trump.

WowKeren - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan tidak takut menjalani proses pelantikan di luar ruangan pada 20 Januari mendatang meski ada ancaman kerusuhan. "Saya tidak takut disumpah di luar ruangan," kata Biden dilansir dari Associated Press, Kamis (14/1).

Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) menyatakan mendapat informasi tentang adanya upaya kerusuhan dan kekerasan saat pelantikan Biden dan Wakil Presiden terpilih, Kamala Harris. Ancaman tersebut merupakan buntut dari kerusuhan dan penyerbuan terhadap Gedung Kongres AS (Capitol Hill) pada 6 Januari oleh para pendukung Presiden Donald Trump.

"Sangat penting bahwa kita harus fokus untuk menjerat orang-orang yang menghasut dan mengancam nyawa orang lain dan merusak fasilitas masyarakat," ujarnya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah presiden AS selalu digelar di depan Gedung Kongres. Akan tetapi usai kerusuhan yang dilakukan pendukung Trump sempat muncul wacana supaya Biden dilantik di dalam ruangan yang dijaga ketat.


Wacana tersebut disampaikan oleh Pentagon dimana mereka akan menyiapkan 15.000 petugas Garda Nasional akan dikerahkan untuk mengamankan pelantikan Biden. Menurut Kepala Biro Garda Nasional Departemen Pertahanan, Jenderal Daniel Hokanson, sudah ada 6.200 unit yang dikerahkan di Washington.

Kemudian total 10.000 unit dijadwalkan datang pada akhir pekan mendatang. Sebanyak 5.000 unit lainnya juga akan dikerahkan pada hari pelantikan.

Sementara itu, Trump sendiri menyatakan tidak akan menghadiri pelantikan Biden. Sedangkan Wakil Presiden Mike Pence menyatakan bersedia hadir saat pelantikan.

Menurut kabar terbaru, Trump bakal kembali dimakzulkan oleh anggota DPR AS. Sekiranya ada 232 anggota DPR AS yang sepakat untuk memakzulkan Trump. 10 orang di antaranya merupakan perwakilan Partai Republik yang sepakat untuk memutus hubungan dengan Trump. Jumlah tersebut mengalahkan suara yang menolak pemakzulan, yakni 197 suara.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts