RI Didominasi Gen Z dan Milenial, Bakal Jadi Peluang Atau Bumerang?
Pixabay
Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data jumlah penduduk Indonesia terbaru dari Sensus Penduduk 2020 yang dilaksanakan dalam kurun waktu Februari hingga September 2020.

WowKeren - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data jumlah penduduk Indonesia terbaru. Data tersebut disusun dari Sensus Penduduk 2020 yang dilaksanakan dalam kurun waktu Februari hingga September 2020.

Dari hasil sensus tersebut diketahui Indonesia masih berada di puncak bonus demografi. Dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 271.349.889 jiwa, generasi Z dan milenial mendominasi Tanah Air.

Proporsi generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi dan milenial sebanyak 25,87 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Bonus demografi bisa menjadi peluang atau keuntungan karena gen Z dan milenial merupakan usia produktif. Namun, hal ini juga bsa menjadi bumerang karena banyak usia produktif harus diikuti dengan terciptanya lapangan pekerjaan yang memadai.

Direktur Riset CORE, Piter Abdullah, menjelaskan setiap tahun ada dari milenial dan gen Z yang masuk ke angkatan kerja baik yang lulus SMA maupun perguruan tinggi. Untuk itu, Piter meminta pemerintah melakukan beberapa langkah seperti meningkatkan daya serap perekonomian terhadap angkatan kerja.


“Saat ini setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen hanya mampu menyerap sekitar 250 ribu angkatan kerja,” ujar Piter dilansir dari Kumparan, Senin (25/1). Menurutnya, jumlah tersebut sangat kecil karena untuk meningkatkan daya serap harus digencarkan investasi yang lebih diarahkan ke sektor-sektor manufaktur padat karya.

Langkah kedua adalah meningkatkan kewirausahaan. Piter menuturkan dalam menciptakan lapangan kerja harus juga diawali dengan menciptakan pengusaha baru yang sebanyak-banyaknya. “Untuk mendorong poin 1 dan 2 di atas pemerintah harus mempermudah proses investasi dan atau mempermudah mereka yang ingin merintis usaha,” terangnya.

Piter merasa pemerintah sudah berupaya menjawabnya dengan adanya UU Cipta Kerja. Namun, ia menegaskan omnibus law saja belum cukup karena harus juga diikuti dengan menurunkan suku bunga kredit hingga menghilangkan high cost economy.

Piter menegaskan kunci dari upaya memanfaatkan bonus demografi adalah penciptaan lapangan kerja. Jangan sampai angkatan kerja membeludak tetapi lapangan kerja tidak ada. “Tantangannya adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi kelompok milenial dan gen Z yang jumlahnya sangat besar,” tuturnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts