Keluarga Penyintas Corona Wuhan Ingin Mengadu ke WHO, Ungkap 'Dosa Besar' yang Dilakukan Tiongkok
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sekelompok keluarga mendiang korban dan penyintas COVID-19 asal Wuhan, Tiongkok, mendesak ingin bertemu dengan tim penyelidik WHO untuk melaporkan 'dosa besar' yang dilakukan pemerintah setempat.

WowKeren - Sekelompok keluarga mendiang korban dan penyintas virus corona di Wuhan, Tiongkok, mendesak untuk bertemu dengan tim penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka menyatakan ingin menyampaikan pendapat dan pandangan tentang penanganan virus corona di Negeri Tirai Bambu, dan upaya pembungkaman terhadap para keluarga korban.

"Saya berharap para ahli WHO tidak diperalat untuk menyebarkan kebohongan," kata salah satu penduduk Tiongkok, Zhang Hai dilansir Associated Press, Kamis (28/1). "Kami sudah berupaya tanpa lelah menelusuri kebenaran. Ini adalah kejahatan dan saya tidak mau WHO datang ke Tiongkok hanya untuk menutupi kejahatan ini."

Zhang yang lahir di Wuhan, kehilangan ayahnya pada 1 Februari 2020 lalu akibat tertular virus corona, ketika berkunjung ke Wuhan. Lelaki yang saat ini bermukim di Kota Shenzhen itu kini aktif mengumpulkan dan mengelola kelompok percakapan sejumlah keluarga korban dan penyintas virus corona. Mereka menuntut pemerintah Tiongkok terbuka dalam hal penanganan pandemi virus corona.

Zhang dan sejumlah kerabat korban meninggal COVID-19 merasa kecewa karena pemerintah setempat pada awalnya sempat meremehkan gelombang wabah di Wuhan, yang akhirnya merebak menjadi pandemi. Mereka juga hendak menggugat pemerintah Kota Wuhan atas penanganan terhadap wabah virus corona.


Namun, Zhang dan para korban lainnya menghadapi tekanan dari pemerintah Tiongkok. Mereka diminta tidak banyak bicara kepada media massa. Selain itu, gugatan yang mereka ajukan juga kerap ditolak.

Justru Zhang bersama korban lainnya dijemput aparat kemudian diperiksa. Bentuk tekanan lainnya adalah adanya ancaman kepada sejumlah anggota keluarga korban virus corona bahwa mereka akan dipecat dari pekerjaannya jika masih nekat melontarkan kritik kepada pemerintah.

Bahkan kelompok percakapan di aplikasi lokal ditutup pemerintah China bertepatan saat tim penyelidik WHO tiba di Wuhan. "Jangan berpura-pura kami tidak ada, dan seolah kami tidak meminta pertanggungjawaban. Kalian boleh menguasai seluruh media, tetapi kami ingin semua tahu bahwa kami belum menyerah," kata Zhang.

Seperti yang telah diketahui, Pemerintah Tiongkok telah mengizinkan tim penyelidik WHO datang ke Wuhan setelah kedua pihak melakukan perundingan yang alot. Namun, hingga kini belum diketahui apakah tim itu akan diizinkan mengumpulkan bukti-bukti soal penanganan pandemi dengan mewawancarai keluarga korban dan para penyintas.

Kedatangan tim penyelidik WHO itu bersifat ilmiah untuk mengusut asal usul virus corona yang sekarang mewabah ke seluruh dunia. Meski begitu, Pemerintah Tiongkok masih membatasi interaksi tim WHO dan hanya dibolehkan bertukar pikiran dengan para pakar kesehatan setempat.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts