Wisata Halal Sempat Picu Kontroversi, Begini Penjelasan Sandiaga Uno
Instagram/sandiuno
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Menparekraf Sandiaga Uno memberikan penjelasan soal wisata halal yang diperkenalkannya beberapa waktu lalu. Ia memastikan wisata halal mendukung keberagaman Indonesia.

WowKeren - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berulang kali membeberkan strateginya untuk industri pariwisata Indonesia. Salah satunya mengembangkan konsep wisata halal yang ternyata sempat memicu kontroversi.

Karena itulah, Sandiaga pun meminta publik untuk tak salah kaprah dalam memahami istilah wisata halal. Sebab konteks dari konsep wisata ini sejatinya menyatukan keberagaman Indonesia alih-alih mengusung suatu agama tertentu misalnya.

"Saya bicara tapi dalam suatu konteks yang betul-betul mempersatukan. Jangan kita terpecah belah karena kesalahkaprahan kita terhadap terminologi," tegas Sandiaga, Kamis (28/1).

Maksud dari wisata halal yang Sandiaga maksud rupanya adalah pariwisata yang ramah terhadap umat Muslim, seperti soal kehalalan makanan yang dijual. "Kita mendengar Pak Presiden (Joko Widodo) launching gerakan ekonomi syariah, salah satunya pariwisata halal, yang sekarang terminologinya adalah pariwisata ramah Muslim. Namanya Muslim friendly tourism," terang Sandiaga, dilansir dari MedCom, Jumat (29/1).


Wisata halal seperti ini, tutur Sandiaga, merupakan layanan tambahan atau extention of services. Saat ini bahkan di beberapa lokasi wisata, seperti misalnya Bali dan Danau Toba, sudah menyediakan pelayanan untuk wisatawan Muslim yang menjamin kehalalan suatu produk.

"Namun, karena permintaannya semakin meningkat, ini harus kita berikan fokus untuk menyesuaikan dengan permintaan tadi," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. "Yaitu rebalancing supply and demand."

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga turut membahas soal wisata religi yang menurutnya sedang mengalami peningkatan. Tak hanya Muslim, wisata religi agama-agama lain pun ikut mencatatkan hal serupa.

"Saya ketemu dengan Keuskupan Ruteng (NTT)," ujar Sandiaga, menceritakan pertemuannya dengan sang pemuka agama. "Di Ruteng ini Pak Uskup menyampaikan 'Pak Sandi jangan lupa wisata religi di Manggarai Barat Sampai ke Larantuka, kita punya enam spot untuk retret yang akhirnya nanti ada salib besar di Larantuka'."

Sandiaga memang harus memutar otak untuk terus mengembangkan industri pariwisata Indonesia. Selain mengembangkan agar pariwisata Indonesia kian mendunia, saat ini dunia wisata sendiri memang tengah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts