Baru-baru ini Tiongkok telah mengejutkan dunia karena melakukan tes swab atau usap di anal. Belum reda kehebohan itu, kini kembali muncul cara baru tak lazim tes COVID-19.
- Ruth Meliana
- Selasa, 02 Februari 2021 - 15:45 WIB
WowKeren - Tiongkok sempat mengejutkan dunia dengan metode tes swab terbaru mereka. Bagaimana tidak, Tiongkok tidak melakukan tes usap di tenggorokan melainkan menjajal melakukan tes swab di lubang anus atau bagian anal.
Belum reda kehebohan itu, kini muncul kembali cara unik melakukan tes swab. Meski demikian, metode baru tes COVID-19 ini tidak ekstrem seperti yang dilakukan di Tiongkok karena melibatkan permen.
Dilansir dari Daily Mail, metode tes virus corona ini dikembangkan oleh peneliti dari negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS). Tujuan metode ini dilakukan berawal dari temuan 86 pasien virus corona yang mengalami gejala hilangnya indera pengecapan dan penciuman mereka.
”Siapa yang tidak suka permen?,” terang Peneliti Christopher Simons, Profesor Ilmu Teknologi Makanan di Ohio State seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (2/2). “Ini adalah stimulus ideal karena orang ingin menjalani tesnya.”
Saat ini, peneliti masih terus mengembangkan 8 rasa permen untuk menciptakan metode tes COVID-19 baru ini. Nantinya, peserta akan diminta mengidentifikasi setiap rasa dan aroma dari permen selama 90 hari.
Permen itu akan tersambung dalam sebuah aplikasi. Jika peserta dalam satu waktu tidak dapat merasakan indera penciuman atau perasa saat memakan permen, maka aplikasi akan langsung memperingatkan peserta untuk melakukan karantina mandiri atau menjalani tes COVID-19.
Simons menjelaskan tahap pertama uji coba tes COVID-19 ini telah membuktikan permen dapat bekerja lebih baik untuk mengetes indera pengecapan dibanding obat pahit. Ia menyebut tes menggunakan permen ini akan memanfaatkan dua jalur virus, yakni hidung yang disebut orthonasal dan bagian belakang tenggorokan yang disebut retronasal.
Selanjutnya, pasien yang dinyatakan positif melalui tes ini akan dikonfirmasi dengan tes PCR. Uji coba kemudian terus berlanjut ke jangka tes COVID-19 terhadap 2.800 orang selama 90 hari. Semua peserta ini akan diminta mengendus dan memakan sepotong permen setiap hari, selama periode uji coba atau penelitian.
(wk/lian)