WhatsApp GB saat ini menjadi trending topic dan perdebatan panas di Twitter. Terungkap, aplikasi itu kontroversial dan berbahaya. Pahami perbedaannya dengan WA biasa.
- Ruth Meliana
- Selasa, 02 Februari 2021 - 16:26 WIB
WowKeren - Aplikasi WhatsApp GB (WA GB) tengah menjadi perdebatan hingga trending topic di Twitter. Terpantau hingga Selasa (2/2) pukul 16.00 WIB, hampir 10 ribu tweet membahas mengenai WA GB. Lantas, apa itu WA GB?
WhatsApp GB ini tidak sama dengan aplikasi WhatsApp. WA GB dikembangkan oleh pihak ketiga dengan menggunakan antarmuka pemrograman ilegal agar bisa berjalan di infrastruktur milik WhatsApp.
Tentunya WA GB yang dikembangkan secara ilegal cukup berbahaya bagi penggunanya. Apalagi, pihak WhatsApp secara resmi telah melarang penggunaan WA GB bagi pengguna layanan mereka demi melindungi data privasi.
”Aplikasi yang tidak didukung,” jelas WhatsApp di situs resminya. “Seperti WhatsApp Plus, GB WhatsApp, atau aplikasi yang mengklaim dapat memindahkan chat WhatsApp Anda antar telepon, adalah versi WhatsApp yang diubah.”
”Aplikasi pesan tidak resmi ini dikembangkan oleh pihak ketiga dan melanggar Ketentuan Layanan kami,” sambung WhatsApp memperingatkan. “WhatsApp tidak mendukung aplikasi pihak ketiga ini karena kami tidak dapat memvalidasi praktik keamanannya.”
Jika WA GB ilegal, apa yang membuat aplikasi ini cukup populer dan banyak dipakai? Rupanya WA GB ini menawarkan sejumlah fitur yang tidak dimiliki oleh WhatsApp sendiri. Fitur ini diantaranya adalah pengguna dapat mengganti tema, melihat status dan chat dari pengguna lain yang sudah dihapus.
Disinilah permasalahan itu muncul dan menjadi perbincangan panas di media sosial. WA GB dinilai melanggar privasi orang lain yang menggunakan WhatsApp resmi karena dapat mengungkap status-status yang sudah dihapus.
Selain melanggar privasi pengguna WhatsApp, bahaya juga mengancam pemakai WA itu sendiri. Aplikasi WA Gb memungkinkan perangkat terserang malware dan spyware yang bisa mencuri data pribadi pengguna.
Apalagi, Mod WhatsApp seperti WA GB ini ilegal sehingga tidak tersedia di Google Play Store yang memiliki proteksi untuk menjamin keamanan aplikasi diinstal pada perangkat. Pesan yang dikirimkan menggunakan WA GB juga dinilai tidak aman.
Pasalnya, ada kemungkinan orang lain akan membaca pesan yang dikirim mengingat aplikasi ini harus melewati server pihak ketiga. Berbeda dengan WhatsApp resmi yang menyediakan enkripsi end-to-end sehingga memastikan privasi percakapan pengguna.
Ahli keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan besarnya potensi peretasan terjadi di WA GB. Bisa saja aplikasi WhatsApp palsu yang dimodifikasi menggunakan proxy atau server perantara non-resmi, yang dimiliki oleh pencipta mod tersebut.
”Jadi server perantara ini bisa membaca semua pesan yang lewat," kata Alfons seperti dilansir dari Kumparan, Selasa (2/2). “Ini sepertinya akses WhatsApp ilegal, seperti pakai VPN gratisan, ya risikonya datanya bocor.”
Kondisi itu membuat pengguna WA GB wajib waspada jika membagikan informasi pribadi. Diantaranya seperti kredensial perbankan, password, atau detail lainnya karena berpotensi diretas.
Sebagai informasi, topik mengenai WA GB pertama kali menjadi trending setelah pengguna TikTok mengeluhkan bahayanya WA GB. Pengguna TikTok akun @subtanyarl itu menjelaskan bahayanya menggunakan WA GB lewat video TikTok. Opini kreatifnya itu banjir dukungan dan penolakan hingga berakhir dengan perdebatan panas di Twitter.
(wk/lian)