Selain memberikan angpau kepada mereka yang lebih muda, sederet tradisi warga Tionghoa untuk merayakan tahun baru Imlek berikut juga sarat akan makna.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 11 Februari 2021 - 13:22 WIB
WowKeren - Perayaan tahun baru Imlek disambut suka cita oleh warga Tionghoa. Tak hanya bagi mereka yang tinggal di daratan Tiongkok namun juga di Indonesia. Perayaan Imlek di Indonesia sendiri juga tak kalah meriah dengan berbagai macam tradisi yang dilakukan.
Bukan hanya sekadar merayakan pergantian tahun baru dengan berkumpul dan menyalakan kembang api, sederet tradisi yang dilakukan oleh warga Tionghoa saat perayaan Imlek ternyata sarat akan makna. Salah satu yang sering kita dengar adalah tradisi memberikan angpau.
Namun sejatinya, selain angpau masih banyak tradisi lain perayaan Imlek yang setiap tahun dilakukan oleh warga Tionghoa. Seperti beberapa tradisi ini contohnya.
(wk/zodi)1. Angpau
Yang pertama adalah angpau. Istilah ini pasti sudah tak asing lagi di telinga kalian, bukan? Hong bao atau amplop merah seakan sudah menjadi ikon perayaan Imlek di Indonesia. Angpau ini biasanya diberikan oleh orang tua kepada mereka yang lebih muda.
Tak heran jika tradisi ini menjadi yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak atau remaja. Angpau diyakini sebagai simbol yang menggambarkan kepedulian sesama manusia dan merupakan wujud saling mengasihi. Pemberian angpau juga tidak bisa dilakukan sembarangan tetapi ada aturan tertentu.
2. Serba Warna Merah
Menjelang Imlek, dekorasi di toko, pusat perbelanjaan, hingga restoran akan identik dengan warna merah. Tak terkecuali warna amplop untuk angpau. Bagi warga Tionghoa pun, mereka biasanya juga akan menghias rumah dengan warna ini hingga memakai pakaian dengan warna sama.
Pemakaian warna ini rupanya juga bukan tanpa alasan. Masyarakat Tionghoa meyakini warna merah adalah simbol keberuntungan. Dalam mitologi Tiongkok, ada hewan buas yang bernama Nian. Hewan ini sangat membenci warna merah dan kebisingan, begitu juga dengan para roh jahat.
3. Kembang Api dan Petasan
Seperti perayaan tahun baru Masehi, Imlek juga dimeriahkan dengan petasan dan kembang api. Namun tentu saja, petasan yang dipakai juga bukan petasan sembarang. Petasan untuk tahun baru Imlek dibuat dari gulungan kertas merah yang diisi dengan bubuk mesiu.
Adapun tujuan menyalakan petasan di tahun baru Imlek adalah untuk mengusir roh jahat termasuk binatang yang disebut Nian. Sebagian masyarakat Tiongkok juga percaya menyapu bekas kertas ledakan artinya akan menghilangkan kesejahteraan.
4. Kue Keranjang
Selain angpau, satu lagi ikon tahun baru Imlek yang sudah tak asing adalah kue keranjang. Kue keranjang melambangkan rezeki dan kemakmuran sehingga saat perayaan Imlek keluarga Tionghoa akan menyantap dan membagikan kue ini. Penamaan nama kue ini merujuk pada wadah cetaknya yang berbentuk seperti keranjang.
Bentuk kue yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus bersatu untuk menghadapi tahun yang akan datang. Selain disajikan saat Imlek, kue keranjang biasanya digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang tahun baru Imlek.
5. Berkumpul Bersama Keluarga
Tradisi yang satu ini rupanya tak hanya dilakukan saat hari-hari besar seperti Idul Fitri ataupun Natal. Bagi warga Tionghoa, Imlek juga merupakan momen spesial untuk bisa berkumpul dan makan malam bersama keluarga. Biasanya ikan menjadi "menu wajib" untuk hidangan perayaan tahun baru Imlek karena diyakini bisa membawa keberuntungan.
Selain ikan, ada juga mi yang dipercaya bisa mendatangkan umur panjang. Lalu ada juga dumpling untuk menambah rezeki. Untuk tahu lebih banyak makanan yang biasa disajikan saat perayaan Imlek, kamu bisa membacanya di sini.
6. Barongsai
Tradisi yang satu ini juga tak kalah populer. Tarian tradisional Tiongkok yang dilakukan dengan mengenakan sarung menyerupai singa ini rupanya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Konon, muncul monster di Tiongkok yang merusak kampung halaman dan membuat warga ketakutan.
Lalu muncullah singa atau barongsai yang mengusir monster tersebut. Monster yang dendam kemudian menyerang lagi sehingga warga pun menyamar menjadi singa untuk menakutinya. Seiring berjalannya waktu, barongsai menjadi tradisi untuk mengusir pertanda buruk menjelang Imlek.
7. Berdoa di Kelenteng
Momen Imlek juga ditandai dengan banyaknya warga Tionghoa yang berbondong-bondong pergi ke kelenteng untuk berdoa. Mereka akan memohon agar kehidupan di tahun selanjutnya berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Beberapa benda yang biasanya dipersiapkan adalah lilin, dupa hingga buah-buahan segar yang masing-masing memiliki makna tersendiri.
Itulah tadi sederet tradisi yang dilakukan untuk memeriahkan pergantian tahun baru Imlek. Namun sayangnya, perayaan Imlek tahun ini sepertinya harus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, pandemi virus corona masih mengintai di tengah masyarakat sehingga pelaksanaan kegiatan apa pun itu harus dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Pemerintah Indonesia telah memberikan imbauan agar perayaan Imlek 2021 dilakukan dengan cara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Untuk lebih lengkapnya, yuk, simak artikel ini.