Hari Raya Imlek tahun ini terasa berbeda akibat pandemi virus corona. Mari rayakan dengan bijak, sambut tradisi Imlek lewat cara baru agar tetap aman dari ancaman tertular COVID-19.
- Ruth Meliana
- Rabu, 10 Februari 2021 - 13:51 WIB
WowKeren - Indonesia ikut menyambut perayaan Imlek yang akan jatuh pada 12 Februari 2021. Perayaan tahun baru Tiongkok ini selalu menjadi perhatian luas masyarakat di Tanah Air karena memiliki banyak tradisi-tradisi unik.
Warga Tionghoa biasanya selalu memanfaatkan hari libur Imlek dengan mengunjungi sanak keluarga dan berkumpul bersama. Saat berkumpul, mereka biasanya saling berbagi angpao bagi anggota keluarga yang masih kecil.
Tak cuma warga Tionghoa saja yang menikmati Imlek, masyarakat Indonesia dari beragam agama dan etnis juga turut meramaikan momen ini. Mereka biasanya mengunjungi pasar Pecinan dan memburu berbagai kuliner asal negeri Tirai Bambu. Selain itu, mereka juga selalu bersemangat menonton hiburan barongsai saat Imlek.
Namun, tradisi tahunan tersebut akan terasa berbeda di 2021 akibat pandemi virus corona. Penyebaran COVID-19 yang masif di Tanah Air membuat sebagian tradisi itu tidak bisa dilakukan karena berpotensi memicu kerumunan yang membahayakan.
Pemerintah Indonesia akhirnya memberikan imbauan agar perayaan Imlek 2021 dilakukan dengan cara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Imbauan ini telah diedarkan dan ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, serta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
“Cara-cara baru merayakan Imlek tanpa kehilangan makna dari Imlek sebagai tahun baru, harapan baru, dan keberuntungan baru itu saya rasa tetap bisa kita lakukan dengan mempertahankan budaya Indonesia,” kata Menkes Budi Gunadi dikutip dari website resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkoinfo), beberapa waktu lalu. “Khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa, namun tetap dilakukan dengan protokol kesehatan.”
Lantas, bagaimana cara merayakan Imlek dan tetap aman di tengah pandemi virus corona? Berikut 5 tips dari pemerintah agar masyarakat tetap bisa menyambut Imlek tanpa mengurangi maknanya.
1. Manfaatkan pergantian tahun baru Tiongkok ini dengan melakukan tradisi bersih-bersih rumah untuk menyambut rezeki dan keberuntungan. Agar tetap aman dari virus corona, bersihkan rumah dengan disinfektan.
2. Ganti tradisi berburu kuliner di Pecinan saat Imlek dengan menyiapkan sejumlah makanan sendiri di rumah. Hal ini dilakukan demi mencegah potensi tertular virus corona. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk membuat menu-menu yang bergizi dan seimbang bagi keluarga.
3. Hilangkan tradisi berkunjung ke rumah sanak keluarga. Agar tetap meriah dan tidak mengurangi makna Imlek, kumpul-kumpul bersama sanak keluarga masih bisa tetap dilakukan secara virtual. Cara ini dilakukan dengan mengandalkan sejumlah aplikasi penyedia layanan video call.
4. Tradisi menonton barongsai di tahun ini dianjurkan untuk tidak dilakukan. Namun jangan kecewa, masyarakat yang ingin menyaksikan hiburan barongsai masih bisa menikmati pertunjukan dengan menontonnya di televisi atau YouTube dari rumah.
5. Usahakan tidak keluar rumah selama Imlek. Namun jika terpaksa, selalu patuhi protokol kesehatan COVID-19 3M saat melakukan aktivitas di luar rumah. Diantaranya adalah menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun setiap menyentuh area wajah.
6. Hilangkan tradisi bagi-bagi angpao secara langsung selama pandemi virus corona. Mari ikut memanfaatkan perkembangan teknologi dengan mengirimkan angpao secara virtual dengan pengiriman uang elektronik seperti m-Banking atau dompet digital (e-wallet). Jika tetap ingin memberi amplop merah, bisa kirimkan uang dengan menggunakan layanan ojek online.
Melalui cara baru itu, Menkes Budi Gunadi meyakini perayaan Imlek di tahun ini tetap akan berlangsung meriah dan gembira seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia percaya Imlek 2021 akan memberikan banyak harapan dan keuntungan bagi masyarakat Tanah Air, khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa.
”Kita juga bisa mengirimkan angpau dengan cara digital. Sekarang sudah sangat mudah, malah bisa lebih banyak,” jelas Budi. “Kalau amplop merahnya tetap ingin disampaikan, bisa juga lewat kurir instan. Cara baru ini sekaligus bisa menyejahterakan teman-teman kita.”
”Saya yakin perayaan Imlek tahun ini akan tetap meriah,” sambungnya. “Tetap bergembira, tetap memberikan banyak harapan dan keuntungan baru bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa.”
(wk/lian)