Novel Baswedan Dipolisikan Imbas Komentari Kematian Ustaz Maaher, Ruhut Sitompul: Mulutmu Harimaumu
Nasional

Sebelumnya, Novel Baswedan menyayangkan keputusan polisi dalam melakukan penahanan terhadap Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang akhirnya meninggal dunia di dalam Rutan.

WowKeren - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilaporkan ke polisi karena komentarnya di media sosial terkait kematian Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi dianggap sebagai provokasi. Novel dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK).

Sebagai informasi, Novel sebelumnya mengkritik langkah aparat dalam menangani kasus Ustaz Maaher hingga berujung kematian di dalam Rutan. Novel menyayangkan keputusan polisi yang melakukan penahanan pada Ustaz Maaher meski kondisi kesehatannya tidak baik.

Politisi PDIP Ruhut Sitompul lantas turut menanggapi pelaporan Novel tersebut. Ruhut mengaku sudah tidak kaget dengan komentar Novel terkait Ustaz Maaher yang meninggal di Rutan Bareskrim Polri.

"Aku kalau Novel Baswedan yang ngomong begitu, aku tidak aneh," ujar Ruhut dilansir JPNN, Jumat (12/2). "Karena dia seorang perwira polisi saja berani berseberangan dengan institusinya, dan dia keluar, ya. Apalagi masalah begini."

Namun Ruhut menilai Novel tak elok memberikan komentar semacam itu terhadap kasus Ustaz Maaher. Pasalnya, Novel sendiri juga tergabung di badan penegak hukum lain, yakni KPK.


"Sebenarnya dia tidak boleh melakukan itu. Karena apa pun, walaupun dia bukan polisi lagi tetapi kan dia di KPK. Tidak eloklah," kata Ruhut. "Dia harus fokus pencegahan dan pemberantasan korupsi. Apalagi selama ini kita tahu peran dia berkaitan dengan OTT, kan baik. Ngapain dia campuri dunia politik."

Lebih lanjut, Ruhut menyebut bahwa Novel juga perlu menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan mendiang Ustaz Maaher merupakan delik hukum murni. Ruhut sendiri menilai langkah pihak kepolisian yang tak mengungkap penyakit penyebab kematian Ustaz Maaher sudah benar.

"Kurang apa baiknya kepolisian menjaga tidak mau membuka kenapa penyakitnya (Ustaz Maaher) tidak diungkap. Kalau diungkap, kan bagaimana," jelas Ruhut. "Di sinilah saya salut dengan kepolisian. Istrinya saja bisa menerima karena tahu. Istrinya pasti tahu apa penyakitnya."

Oleh sebab itu, Ruhut menyarankan agar Novel tak sembarangan membuat unggahan di media sosial. Menurut Ruhut, Novel bisa bertanya langsung kepada istri mendiang Ustaz Maaher terkait penyakit yang diderita sang suami.

"Si Novel tanya saja sama istrinya (Ustaz Maaher), jangan langsung ngomong," pungkas Ruhut. "Inilah yang saya katakan, mulutmu harimaumu. Hati-hati, akhirnya sekarang dia dilaporkan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts