Robby Purba dan Roy Kiyoshi akan kembali mengisi program acara 'Garis Tangan' di ANTV. Kendati begitu, Robby menuliskan pesan berikut ini untuk rekannya tersebut.
- Lailatul Maghfiroh
- Rabu, 17 Februari 2021 - 09:51 WIB
WowKeren - Setelah sebelumnya dipasangkan dalam program fenomenal "Karma" ANTV, Roy Kiyoshi kembali dipertemukan dengan Robby Purba di reality show “Garis Tangan”. Kabar tersebut diketahui langsung dari postingan ANTV dan Robby di Instagram.
"Garis Tangan" akan kembali menyapa pemirsa setia ANTV mulai hari ini, Rabu (17/2) pukul 23.00 WIB. Mengiringi unggahannya, Robby pun menyampaikan ucapan terima kasih lantaran kembali diberi kesempatan untuk mengisi program tersebut.
"@antv_official Terima kasih Pak @otis__hahijary , Mbak @kikizulkarnainworld buat kesempatannya lagi..," tulis Robby dengan menambahkan banyak emoji berlambang hati.
Lebih lanjut, Robby juga terlihat menggunggah cuplikan video Roy Kiyoshi di "Garis Tangan". Yang mana dalam video itu Roy mengungkapkan keinginannya untuk bangkit dari keterpurukan dengan terus berbuat baik kepada sesama.
Presenter pemilik nama asli Robby Caesar Titian Surya Purba ini lantas menuliskan pesan untuk rekannya tersebut. "Semangat ya dek, abang dukung dedek @roykiyoshi menjadi yang lebih baik, jadilah roy yang baru ya," tulis Robby sebagai keterangan pada video postingannya.
Di sisi lain, "Garis Tangan" juga akan menghadirkan seorang pakar Relaksasi Astral, yaitu Vina Candrawati. Kehadirannya tersebut guna menyelesaikan masalah percintaan dan kehidupan yang dialami partisipan.
"Jika dalam Garis Tangan sebelumnya kami membantu partisipan dalam menemukan jodohnya, kali ini kita fokus dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di suatu hubungan dengan bantuan para expertise. Kami harap Garis Tangan kali ini juga kembali mendapat respon yang positif terlebih dengan kehadiran host dan indigo legendaris dari Karma," ungkap Kelly Da Cunha, GM Produksi ANTV.
Selain itu, dengan bantuan relaksasi astral dari Vina Candrawati, para pasangan akan dibuka tingkat kepekaannya hingga 100 persen yang normalnya hanya 20 – 30 persen sehingga mereka dapat merasakan penderitaan, kesedihan dan emosi lainnya dari orang lain dengan menggunakan bagian tubuh atau barang-barang yang menempel pada orang yang ingin dideteksi.
(wk/lail)