Sudah Divaksinasi COVID-19, Para Guru Sambut Baik Wacana Pembukaan Sekolah Tatap Muka Juli Mendatang
Reuters
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Sebanyak 650 orang guru, tenaga pendidik dan kependidikan di Jakarta yang mendapatkan suntikan vaksin pada Rabu (24/2) hari ini, berharap agar pelaksanaan sekolah tatap muka bisa digelar bulan Juli mendatang.

WowKeren - Para guru, tenaga pendidik dan kependidikan di Jakarta, telah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 pertamanya pada Rabu (24/2) hari ini. Adapun jumlah tenaga pendidik dari kalangan dosen dan guru yang mendapatkan vaksin COVID-19 hari ini sebanyak 650 orang.

Mereka berharap dengan adanya vaksinasi massal ini membuat wacana pembelajaran tatap muka segera terlaksana. Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Totok Bintoro mengungkapkan pembelajaran tatap muka perlu dilakukan.

Menurutnya, metode pembelajaran tatap muka memiliki keunggulan tersendiri yang tidak didapatkan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Bagaimanapun PJJ dan tatap muka sangat berbeda bahwa dengan tatap muka ada keunggulan-keunggulan terutama yang praktek, terutama hal-hal yang dicontohkan secara langsung terutama hal-hal kalau paud itu senyum salam sapa sentuh, bagaimana sentuh kalau jarak jauh," kata Totok usai divaksinasi di SMAN 70 Jakarta, Bungaran, Jakarta Selatan, Rabu (24/2). "Sentuhan-sentuhan itu adalah bagian dari pendidikan untuk meningkatkan pendidikan holistik dengan adanya pandemi tentu tidak bisa dilakukan."

Lebih lanjut, Totok menyebutkan jika vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. "Dengan vaksin ini semoga pandemi segera berakhir semua bisa kembali seperti sediakala, walaupun pembelajaran itu bisa di mix antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh," tandasnya.


Senada, Kepala SLBN 11 Tebet, Triyanti Murjoko juga berharap agar pembelajaran tatap muka bisa kembali digelar pada Juli 2021 mendatang, seperti yang diwacanakan oleh pemerintah. Saat ini, para guru di sekolahnya merindukan mengajar siswanya secara langsung.

"Iya sangat rindu, ingin segera KBM tatap muka jalan, tapi dengan syarat semua sudah terlindungi dan protokol kesehatan tetap dijalankan," ungkap Murjoko.

Sebelumnya, sebanyak 5 juta tenaga pendidik terdiri atas guru hingga dosen ditargetkan mendapat vaksinasi COVID-19 tahap kedua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan vaksinasi golongan ini dimulai dari tenaga pendidik di tingkat muda.

"Kami juga telah memutuskan bahwa misalnya sudah ada alokasi vaksin yang akan kami prioritaskan yang jenjang lebih muda dulu," kata Mendikbud Nadiem Makarim di SMA 70 Jakarta, Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (24/2). "Jadi jenjang SD, PAUD, dan SLB, baru ke SMP, SMA, SMK baru ke perguruan tinggi."

Nadiem menyoroti kebutuhan interaksi fisik antara tenaga pendidik dan peserta didik berbeda di setiap jenjang pendidikan. Untuk itulah, urutan prioritas ini ditetapkan demi melindungi sivitas pendidikan dari paparan COVID-19.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts