Kocak, Jepit Rambut Nagita Berharga 'Murah' Dijadikan Simbol Konversi Mata Uang
Instagram/hadicahyono
Selebriti

Nagita Slavina yang kerap dijuluki 'Sultan Andara' selalu mencuri perhatian dengan barang-barang branded. Namun beda dari biasanya, jepit murah milik Nagita justru malah dijadikan konversi oleh netter.

WowKeren - Penampilan Nagita Slavina memang kerap mencuri perhatian. Bahkan segala pernak-pernik milik "Sultan Andara" itu juga kerap jadi bahan perbincangan.

Biasanya, netter dibuat kaget dengan penampilan kece Nagita alias Gigi ketika memakai barang-barang kelas dunia. Pasalnya, harga barang-barang yang dipakai Gigi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Namun kali ini, aksesoris yang diperbincangkan netter justru harganya tak sampai jutaan. Netter ternyata berkomentar kocak ketika Gigi memakai jepit rambut bernilai ratusan ribu.

Awalnya, akun fashion mengunggah foto Gigi dengan jepit rambut merah. Harganya hanya sekitar Rp119 ribu. Meski begitu, netter justru menjadikan harga jepit rambut itu sebagai konversi mata uang versi Gigi.


"Dari jepitan ini maka kita bisa konversi mata uang kita dg mata uang nagita.....Kalau dikita 100 rb di nagita 10.000 doang . Kalau 1 jt , di nagita kaya 100. Rb kalau dikita 10 jt dinagita 1 jt. Kalau dikita 100 jt di nagita artina 10 jt," kata netter berakun nurfittriani. "Wkwkwkw bener ughaa bund," canda netter lainnya. "Iya bund...beda mata uang aja kita mah ama mama gigi 😌," seru netter. "Duh berarti 4jt gigi : 400 rb kita yah 😢," ujar yang lainnya.

Sementara itu, Gigi sendiri tak begitu senang jika harga aksesoris atau busananya diulas. Ini karena Gigi merupakan sosok yang low profile.

"Mungkin bagian dari risiko jadi public figur," kata Gigi. "Bukan kurang suka sih, kayak kurang nyaman sih. Kalau aku pribadi kurang nyaman outfit dibahas harganya kayak preteli diri sendiri. Aku nggak tahu juga, nggak pernah baca."

Pegawai Rans lantas membocorkan kalau Gigi bahkan tak mau disorot jika sedang beramal. Istri Raffi Ahmad ini justru bersedia menyumbang setelah tak direkam.

"Waktu itu ada satu kejadian. Waktu di panti asuhan, ya emang ada konten, pas terakhir, 'Mbak, ini gimana, langsung kita in frame-in aja sumbangan'. 'Norak banget sih? Ngapain sumbangan dipamer-pamerin, kamera mati dia baru nyumbang," ujar Abrar.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts