Ikut Vaksinasi Dari Undangan Dewan Pers, Sujiwo Tedjo Merasa Tak Dianggap Seniman oleh Negara
Twitter/sudjiwotedjo
Selebriti

Seniman Sujiwo Tejo mendapatkan jatah vaksinasi dari undangan dewan pers. Hal ini tak ayal membuatnya merasa tak dianggap sebagai seniman dan budayawan oleh negara.

WowKeren - Belum lama ini seniman Sujiwo Tejo menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Kabar tersbbut diketahui langsung dari postingan teranyar di laman Instagramnya.

Di sana Sujiwo terlihat sedang disuntik vaksin. Mengiringi Unggahannya, ia mengungkapkan terima kasih atas undangan dari Dewan Pers, sehingga bisa ikut divaksin. “Suwun buat Dewan Pers yang sudah ngundang aku vaksinasi, ini yang kedua sebagai wartawan senior,” tulisnya di akun Instagram-nya, Kamis (22/4).

Namun pada kesempatan itu Sujiwo seolah mengisyaratkan bahwa dirinya merasa kecewa karena tak dianggap seniman oleh negara. Meski begitu, ia mencoba untuk berlapang dada menerima perlakuan tersebut.

Enggak dianggap seniman dan budayawan oleh negara enggak papa. Aku enggak patheken. Waktu Setneg bikin vaksinasi untuk seniman dan budayawan, aku enggak diundang. Heuheu, asem tenan,” jelasnya.



Oleh karenanya, Sujiwo masih mengungkapkan rasa syukur lantaran ia bisa menjalani vaksinasi lewat jalur wartawan. "Toh Tuhan tetap membuatku divaksin via Dewan Pers krn aku dianggap masih wartawan (bener juga sih, sampai skrng aku masih aktif nulis di koran)," paparnya.

Dari kejadian ini, Sudjiwo menyadari dan memahami bahwa banyak kubu-kubuan yang terjadi di lingkungan kerjanya. “Pelajaran dari peristiwa itu; dunia ini penuh dengan para pihak. Jangan sedih lantaran enggak dianggap oleh salah satu pihak. Pasti ada pihak-pihak tertentu yang terpaksa masih menganggapmu,” pungkasnya.

Unggahan tersebut lantas menuai tanggapan dari rekan artis, salah satunya Soleh Solihun. Lewat tanggapan di kolom komentar, ia tampak mencoba untuk menghibur Sujiwo Tejo agar tak berkecil hati karena menjalani vaksinasi lewat jalur wartawan.

"Tapi justru kalo jalur seniman dapetnya belakangan. malah lebih dulu wartawan. hehehe. berarti wartawan dianggap lebih penting dibanding seniman," tulis Soleh Solihun.

(wk/lail)


You can share this post!


Related Posts