Warga Australia yang Nekat Pulang Dari India Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda Ratusan Juta
Unsplash/Photoholgic
Dunia
Pandemi Virus Corona

Warga negara dan penduduk Australia yang pernah tinggal atau mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari juga akan dilarang memasuki Australia mulai 3 Mei mendatang.

WowKeren - Australia telah mengumumkan larangan penerbangan dari India pada Selasa (27/4) lalu karena lonjakan kasus virus corona (COVID-19) yang terjadi di negara itu. Kekinian, warga negara dan penduduk Australia yang pernah tinggal atau mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari juga akan dilarang memasuki Australia mulai 3 Mei mendatang.

Menteri Kesehatan Federal Australia, Greg Hunt, menyatakan bahwa siapa pun yang berusaha untuk melanggar aturan tersebut terancam denda hingga AUD 66.600 (setara Rp 746,1 juta) atau hukuman lima tahun penjara, atau keduanya. Kebijakan ini berlaku mulai 3 Mei mendatang dan akan dievaluasi pada 15 Mei 2021. Adapun keputusan ini diambil menyusul adanya dua pemain kriket Australia yang kembali dari India via Qatar pada Kamis (29/4).

"Pemerintah tidak mengambil keputusan ini dengan mudah," tutur Hunt dikutip dari Guardian. "Namun, integritas kesehatan publik dan sistem karantina Australia sangat penting untuk dilindungi, dan jumlah kasus COVID-19 di fasilitas karantina harus dikurangi ke tingkat yang dapat dikelola."


Menurut Bendahara Persemakmuran Australia, Josh Frydenberg, langkah "drastis" tersebut memang diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Frydenberg juga membantah bahwa pemerintah "tidak bertanggung jawab" karena membiarkan orang Australia terdampar di India ketika negara itu kehabisan oksigen.

"Kami telah mengambil tindakan drastis untuk menjaga keamanan warga Australia, dan apa yang dihadapi di India adalah situasi yang sangat serius, di mana nasihat medis yang diberikan kepada pemerintah federal telah menerapkan langkah-langkah ketat ini," tegas Frydenberg. "Kami telah bertindak atas saran medis. Situasi di India sangat buruk. Ini sangat serius. Lebih dari 200.000 orang telah meninggal dan ada lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari."

Sebagai informasi, Australia telah menangguhkan penerbangan komersial dan penerbangan repatriasi pemerintah dari India hingga pertengahan Mei. Keputusan tersebut membuat lebih dari 9.000 warga Australia yang telah terdaftar di Departemen Luar Negeri berada dalam ketidakpastian. Padahal, 650 orang di antaranya termasuk dalam kalangan rentan.

Di sisi lain, India kini tengah menghadapi "tsunami" COVID-19, dengan jumlah kasus positif harian mencapai 350 ribu. Lebih dari 3 ribu orang meninggal akibat COVID-19 setiap harinya, dengan rumah sakit yang sudah kewalahan dan kehabisan stok oksigen.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts