Nino RAN Kenang Sosok Ayah, Buka-Bukaan Ungkap Penyakitnya Sebelum Meninggal
Instagram/ninokayam
Selebriti
Seleb vs Corona

Nino RAN bersama Vidi Aldiano mengenang ayahnya yang meninggal pada Oktober tahun lalu. Sempat dinyatakan bukan karena COVID-19, Nino membeberkan bahwa penyakit sang ayah adalah dampak turunan dari virus itu.

WowKeren - Saat ini, Nino RAN berperan sebagai kepala keluarga sepeninggal ayahnya pada Oktober tahun lalu. Lewat kanal YouTube sahabatnya Vidi Aldiano, kekasih Della Dartyan itu mengenang sang ayah semasa hidup dan menjelang kepergiannya.

"Bokap gue nggak usah ngomongin Ramadan, ya. Tiap hari selalu berulah di rumah semasa hidupnya. Kayak tiba-tiba main biola, tiba-tiba bikin clothing line, tiba-tiba bikin bisnis F&B juga tahun lalu. Habis itu pernah belajar main saxophone mendadak," ungkap Nino di channel "Vidi-O-Game" pada Minggu (2/5).

Masih tenggelam dalam kenangan tentang sang ayah, pemilik nama asli Anindyo Baskoro itu mengungkapkan, "Menurut gue hal yang paling sedih dari kehilangan bokap itu bukan karena gue nggak bisa ketemu lagi. Tapi gue nggak bisa bikin memori baru lagi."

Bagi Nino dan juga Vidi, banyak hal baik yang patut dikenang dari sosok almarhum. Mereka berdua juga menyinggung hobi selfie ayah Nino. Bahkan dari koleksi foto itu, keluarga baru menyadari bahwa ayahnya telah menderita sakit sejak lama.

Sebelum ini, manajer Nino menegaskan jika sang ayah meninggal bukan karena COVID-19. Namun kali ini, ia menyebutkan bahwa penyakit bronkitis yang diderita ayahnya adalah dampak dari virus tersebut.


"Gue belum pernah ngebuka ini, ya. Jadi bokap gue itu awalnya kan kena covid, terus ternyata berkomorbid (meninggalkan penyakit penyerta). Komorbidnya adalah bronkitis," lanjut Nino. "Waktu ditanya sama dokternya, kita anak-anaknya (ditanya), 'Bapak ini ada komorbid bronkitis ya?' kita jawab enggak. Karena kita nggak tahu."

Selanjutnya Nino membeberkan bahwa setahun sebelum meninggal, sang ayah pernah masuk rumah sakit tanpa sepengetahuan keluarga. Kenyataan itu terungkap dari sepupu Nino yang kebetulan seorang dokter. Sang ayahanda pernah berkonsultasi kepada sepupunya itu tentang penyakit yang diidap.

"Kita sekeluarga pasti ada lah proses kayak coba gini, coba gitu. Tapi kalau ngebahas itu terus nggak bakal ngebalikin bokap gue juga. Jadi kita percaya aja, apapun itu adalah garis takdir yang ditulis oleh Tuhan," imbuhnya. "Dan bokap gue harus berpulang, intinya dia sekarang sudah ada di tempat yang lebih baik."

Sementara itu, Nino mengenang ayahnya sebagai sosok yang ceria dan sangat positif. Sehingga ketika ia mengenang sang ayah hanya teringat hal-hal baiknya, alih-alih bersedih hati.

Sebelum meninggal, ayah Nino sudah negatif dari COVID-19. Seperti yang ia ungkapkan, "Alhamdulillah, bokap gue sudah negatif dari covid. Udah nggak ada covid sama sekali di badannya. Tapi ternyata kerusakan yang dialami sama dia itu udah separah itu sampai dia nggak bisa kembali sehat."

Peristiwa itu rupanya meninggalkan trauma, bahkan pada saat ayah Vidi sakit Nino juga merasa ketakutan. "Buat gue sedikit traumatik. Gue tuh takut banget karena perasaan gua tuh kayak kembali ke beberapa bulan sebelumnya. Jangan dong, jangan dong. Tapi alhamdulillah enggak," tutup Nino.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts