Uni Eropa Berencana Buka Perbatasan untuk Wisatawan Asing dengan Syarat
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Uni Eropa saat ini tengah mendorong 27 negara anggota untuk memungkinkan perjalanan wisata dari negara-negara non Eropa, yang mana larangan ini telah berlaku sejak Maret 2020.

WowKeren - Komisi Uni Eropa telah mengusulkan untuk membuka perbatasannya bagi para pelancong dari negara lain. Namun dengan syarat, para pelancong tersebut harus sudah divaksinasi. Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen pada hari Senin (3/5) mengumumkan rencana itu dalam rangka untuk menghidupkan kembali pariwisata.

"Kami mengusulkan untuk menyambut kembali pengunjung yang divaksinasi dan mereka yang berasal dari negara-negara dengan kondisi kesehatan yang baik," ujarnya. "Tetapi jika varian muncul, kami harus bertindak cepat. Kami mengusulkan mekanisme rem darurat UE."

Uni Eropa saat ini tengah berupaya mendorong 27 negara anggota untuk memungkinkan perjalanan wisata dari negara-negara non Eropa, yang mana larangan ini telah berlaku sejak Maret tahun lalu ketika pandemi pertama kali menyebar. Namun kebijakan perbatasan diputuskan oleh masing-masing negara anggota dan untuk menemukan kesamaan di wilayah ini boleh dibilang cukup sulit. Tidak dipungkiri jika ada beberapa negara di Eropa yang hidupnya sangat bergantung pada pariwisata, seperti Yunani dan Spanyol.


"Komisi mengusulkan untuk memberikan izin masuk ke UE untuk alasan non-esensial," bunyi pernyataan mereka. "Tidak hanya untuk semua orang yang berasal dari negara dengan situasi epidemiologi yang baik tetapi juga semua orang yang telah menerima dosis terakhir yang direkomendasikan dari vaksin resmi UE."

Adapun vaksin yang sudah mendapat lisensi untuk penggunaan di Uni Eropa sejauh ini adalah Pfizer BioNTech, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Tak hanya itu, ke depannya Uni Eropa juga berencana untuk mengizinkan wisatawan yang bahkan belum divaksinasi, dari negara dengan tingkat infeksi rendah seperti Inggris.

Saat ini, hanya tujuh negara yang dianggap memiliki tingkat infeksi yang cukup rendah untuk memungkinkan perjalanan non-esensial, yakni Australia, Selandia Baru, Rwanda, Singapura, Korea Selatan, Thailand dan Tiongkok. Komisi mengatakan semakin banyak bukti bahwa vaksinasi membantu memutus rantai penularan mendukung alasan untuk membuka kembali perbatasan bagi wisatawan dari negara-negara non Uni Eropa.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts