Jadi Pendeta, Pesan Terakhir Suami Joanna Alexandra 'Dipanggil Tuhan' Bak Firasat?
Instagram/radityaoloan
Selebriti
Suami Joanna Alexandra Meninggal

Sebelum meninggal pada 6 Mei, suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan, sempat mengunggah pesan motivasi soal menjawab panggilan Tuhan. Meski menyakitkan, Raditya mengajak publik untuk mengambil hikmah dari panggilan Tuhan tersebut.

WowKeren - Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan, meninggal dunia pada 6 Mei setelah sempat dirawat di ICU. Memiliki komorbid asma, Raditya mengalami sindrom badai sitokin usai sembuh dari COVID-19.

Saat ini, jenazah pria berusia 36 tahun itu disemayamkan di Rumah Duka Sentosa di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Joanna yang masih berduka belum berkomentar soal kepergian sang suami.

Namun, ia ditemani anak-anaknya yang masih kecil tampak berduka dan menangis di depan peti jenazah Raditya. Joanna memeluk erat dan meratapi jenazah Raditya ditemani ketiga anaknya. Salah satu anak Joanna dan Raditya, Zoey Havilah, tampak mencuri perhatian hingga banjir doa di postingan terakhirnya.

Sementara itu, kepergian Raditya yang sudah berjuang disaat-saat terakhir sebelum meninggal itu menuai reaksi haru dari fans Joanna. Meski bukan dari kalangan artis, banyak pihak turut berbela sungkawa atas kepergian ayah empat anak itu.

Sebelum wafat, Raditya memiliki profesi yang mulia. Ia merupakan bagian dari komunitas Menjadi Utuh dan Asli (MUDA). Ia juga seorang pendeta di Gereja Muda untuk Indonesia. Selain itu, Raditya juga pendiri Love Academy, sekolah informal berbasis online.


Sebelum didiagnosa sakit COVID pada 14 April, Raditya rupanya sempat mengunggah pesan religius. Ia mengungkap soal panggilan dari Tuhan yang harus diiyakan meski menyakitkan. Raditya mengisyaratkan untuk selalu siap jika mendapat panggilan Tuhan.

"Banyak dari kita gak sadar, bahwa ketika Tuhan panggil kita, dan kita jawab YES! Itu adalah PAINFUL YES! Kita akan jalan di jalan yang baru. Kita akan lewat jalan yang sempit. Ada terjemahan yang mengatakan itu adalah jalan yang dibangun dengan tekanan," terang Raditya. "Memikul salib dan menyangkal diri. Mengampuni ketika gak mau mengampuni. Mengasihi ketika gak mau mengasihi. Menghormati ketika gak mau menghormati."

Raditya mengingatkan kalau penderitaan manusia itu masih belum sebanding dengan penderitaan Tuhan. Ia pun mengilhami banyak orang untuk siap menjawab panggilan Tuhan.

"Semua ini sangat painful tapi juga sekaligus mengubahkan dan memulihkan kita untuk semakin serupa lagi dengan Dia. Painful terhadap keakuan kita," terang Raditya. "Tapi penuh kebahagian ketika kita tidak hidup buat aku. Painful yes adalah anugerah untuk kita bisa berjalan bersama Dia dengan kemuliaan yang gak sebanding dengan penderitaan kita. Bahkan penderitaan kita gak sebanding dengan penderitaanNya. Yuk temen-temen, jawab YES panggilannya, walaupun itu adalah sebuah PAINFUL YES."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts