Dalam video viral tersebut, seorang wisatawan mengaku membeli seporsi pecel lele seharga Rp 37 ribu. Jauh di atas hasil survei Paguyuban Lesehan Malam Malioboro yang mencatat harga seporsi pecel lele berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 27 Mei 2021 - 13:26 WIB
WowKeren - Curhat seorang wisatawan yang mengeluhkan tingginya harga makanan di kawasan Malioboro, DI Yogyakarta, viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang wisatawan mengungkapkan dirinya membeli seporsi pecel lele dengan harga Rp 37 ribu.
Harga tersebut dirinci menjadi Rp 20 ribu untuk lele, Rp 7 ribu untuk nasi, dan Rp 10 ribu untuk lalapan. Adapun harga tersebut jauh di atas hasil survei Paguyuban Lesehan Malam Malioboro yang mencatat harga seporsi pecel lele di warung-warung lesehan Malioboro berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu.
Tingginya harga pecel lele di warung lesehan Malioboro tersebut lantas ditelusuri oleh Pemkot Yogyakarta. Namun hasil penulusuran menunjukkan tidak ada warung lesehan di Malioboro yang nuthuk atau menaikkan harga dengan tidak wajar.
"Jadi dari penelusuran tim Jogoboro dan sudah ketemu dengan seluruh pedagang dan pimpinan komunitas," jelas Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Rabu (26/5). "Di sepanjang jalan Malioboro tidak ada."
Menurut Heroe, beberapa minggu yang lalu para pedagang dan komunitas setempat telah bertemu dan menyatakan diri tidak akan nuthuk. Pasalnya sudah ada kesepakatan bahwa pedagang yang nuthuk tidak boleh berjualan di Malioboro.
"Jadi kami belum menemukan itu (warung nuthuk) di sepanjang Jalan Malioboro," paparnya. "Saya percaya, meskipun selama libur Lebaran yang lalu kondisi Malioboro tidak seperti tahun-tahun pada umumnya, tapi saya yakin para pedagang dan komunitas Malioboro tidak akan melakukan tindakan yan mencoreng Malioboro. Pasti ada oknum yang selama ini tidak masuk dalam komunitas Malioboro."
Meski demikian, pihak Pemkot masih mencaru warung nuthuk yang mematok tarif tinggi untuk pecel lele tersebut. Heroe menduga kejadian viral tersebut bisa terjadi di sirip- sirip luar Malioboro.
"Saat ini kami masih mencari jika kemungkinan terjadi di sirip-sirip jalan Malioboro," katanya. "Jika ketemu akan beri sanksi tegas, tidak boleh berdagang di kawasan Malioboro."
(wk/Bert)