Gubernur Jatim Percepat Rujukan Untuk Atasi Lonjakan Kasus COVID-19 Di Madura
Twitter/KemenkesRI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Bangkalan, Madura, Jatim, membuat sejumlah pihak turut prihatin. Gubernur Jatim melakukan sejumlah langkah simultan bersama pihak setempat untuk mengatasi lonjakan itu.

WowKeren - Belakangan ini, sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang cukup signifikan, salah satunya adalah Madura. Hingga Minggu (6/6) malam, Sekretaris Daerah Jatim menyatakan bahwa ada 70 orang yang dinyatakan positif COVID-19 usai melakukan tes rapid antigen.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan sejumlah langkah simultan bersama Pemkab Bangkalan dan Pemkot Surabaya untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 itu. Adapun langkah-langkah itu yakni melakukan koordinasi intens sejak hari Kamis (3/6) dengan Pemkab Bangkalan terkait penanganan kuratif pasien COVID-19.

Kemudian Pemprov melakukan percepatan rujukan pasien COVID-19 dari Bangkalan ke RSUD dr Soetomo dan rumah sakit rujukan lainnya di Surabaya. Hal ini sudah berjalan selama lima hari terakhir.

Sementara itu, di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, pihaknya juga mempersiapkan penambahan tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19. "Karena saat ini BOR di Kabupaten Bangkalan terus meningkat, di RSUD Bangkalan, bed-nya itu dari 90 tempat tidur, yang terpakai sudah 73 bed," tutur Khofifah, Senin (7/6).


Khofifah menyampaikan bahwa rumah sakit Bangkalan saat ini membutuhkan alat High Flow Nasal Cannula (HFNC), ventilator, serta beberapa jenis obat. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan ke Dirjen Kemenkes agar HFNC dikirimkan langsung ke Bangkalan. Sementara untuk pasien dengan kondisi yang berat, bisa segera dirujuk langsung ke RSUD dr Soetomo.

Selanjutnya, Pemprov Jatim juga mengirimkan sejumlah mobil PCR tes untuk memasifkan testing di titik-titik episentrum lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura. Meski demikian, ada kendala saat melakukan testing yakni masih banyak masyarakat yang enggan untuk di-swab PCR.

Maka dari itu, langkah-langkah persuasif sangat diperlukan dalam hal mengajak masyarakat untuk mau mengikuti tes swab PCR. Langkah-langkah persuasif yang dilakukan diharapkan bisa menimbulkan kesadaran bagi masyarakat agar bersedia mengikuti tes demi keselamatan bersama.

Pemprov Jatim mendukung langkah Pemkot Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak serta Korem Bhaskara Jaya yang mulai melakukan penyekatan dan swab antigen secara acak di Jembatan Suramadu. Hal ini dilakukan tentunya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts