Akan Kedaluwarsa, Kemenkes Gunakan AstraZeneca Untuk Vaksinasi COVID-19 Warga Di Atas 18 Tahun?
pixabay.com/ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Belakangan, tersiar kabar bahwa vaksin AstraZeneca akan segera kedaluwarsa. Kendati demikian, Kemenkes menyebut akan menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi masyarakat umum 18 tahun ke atas di DKI Jakarta.

WowKeren - Indonesia hingga saat ini masih terus menggalakkan vaksinasi COVID-19 massal. Hal ini dilakukan pemerintah agar bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Kendati demikian, stok vaksin AstraZeneca yang sudah didistribusikan untuk Provinsi DKI Jakarta akan kedaluwarsa pada akhir Juni 2021. Maka dari itu, percepatan pelaksanaan vaksinasi sangat penting untuk dilakukan agar vaksin yang sudah dibeli dari Inggris itu tidak terbuang sia-sia.

Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu menyebut diperkirakan masih ada sekitar 400 ribu stok vaksin AstraZeneca yang belum terpakai. "Jakarta tinggal 400 ribu yang akan kedaluwarsa akhir Juni," tutur Maxi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (8/6).

Menurut Maxi, stok vaksin tersebut adalah batch yang masuk ke Indonesia pada dua bulan lalu. Maxi meyakini Dinas Kesehatan (Dinkes) bisa melakukan percepatan sehingga seluruh vaksin itu bisa terpakai sebelum masa kedaluwarsa.


Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa vaksinasi untuk masyarakat umum usia di atas 18 tahun di DKI Jakarta akan menggunakan vaksin AstraZeneca. "Vaksinasi masyarakat umum 18 tahun baru di Jakarta, sementara pakasi vaksin AstraZeneca," tutur Jubir Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (9/6).

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah percepatan vaksinasi COVID-19. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum usia 18 ke atas di DKI Jakarta dilatarbelakangi oleh faktor penularan COVID-19 yang cenderung tinggi.

Kemudian, Kemenkes juga mempertimbangkan bahwa Jakarta merupakan ibu kota negara dan pusat pemerintahan yang juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga sangat penting untuk dilakukan percepatan vaksinasi COVID-19 dan mengendalikan penyebaran virusnya.

Meskipun program tersebut terbilang khusus, namun tidak ada batasan waktu tertentu dan akan berjalan seterusnya. Meski begitu, program vaksinasi nasional yang menyasar masyarakat umum lainnya juga akan dimulai dalam waktu dekat.

Nadia menyebutkan bahwa ada sebanyak 141,2 juta masyarakat umum dan rentan sesuai dengan pendekatan klaster akan menjadi sasaran vaksinasi tahapan ketiga. "Mungkin minggu keempat Juni, tapi yang pasti awal Juli ya vaksinasi masyarakat umum," terang Nadia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts