Kemenkes Tanggapi Wacana Indonesia Beri Suntikan Dosis Ketiga Vaksin COVID-19
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Beberapa negara menyuntikkan dosis ketiga vaksin COVID-19 yang diklaim sebagai booster imunitas. Lantas mungkinkah hal tersebut turut dilakukan di Indonesia?

WowKeren - Sejumlah negara mulai melirik wacana menyuntikkan vaksin COVID-19 sampai dosis ketiga. Disebut sebagai booster imunitas, harapannya antibodi yang tercipta bisa lebih melindungi tubuh dari paparan virus Corona.

Lantas adakah peluang Indonesia turut menyuntikkan dosis ketiga vaksin COVID-19? Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pun memberi tanggapan seperti berikut ini.

"Tunggu rekomendasi WHO," tegas Nadia kepada Kumparan, Rabu (9/6). "Hasil uji klinis tahap 3 juga nanti rekomendasi para ahli dan ITAGI."

Meski demikian, menurut Nadia, pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19 untuk masyarakat Indonesia belum akan diberikan dalam waktu dekat. Sebab saat ini pemerintah sendiri masih berfokus dalam upaya percepatan vaksinasi karena realisasinya yang belum mencapai target.


"Ayo kita konsen dulu percepatan suntikan dua dosis," pungkas Nadia. "Yang jelas sesuai uji klinis mencapai 181,5 juta."

Target 181,5 juta yang disebutkan Nadia merupakan capaian untuk herd immunity. Sedangkan hingga kini baru 18.260.482 orang yang telah menerima vaksinasi dosis pertama per tanggal 8 Juni 2021, sedangkan baru 11.356.025 yang telah menerima suntikan dosis keduanya.

Indonesia sendiri melaksanakan vaksinasi COVID-19 dalam beberapa tahap dengan mempertimbangkan kelompok usia penerimanya. Saat ini pemerintah memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia dan pra-lansia, meski kemudian DKI Jakarta "melonggarkan" dan mempercepat vaksinasi dengan pemberian vaksin bagi semua masyarakat berusia di atas 18 tahun.

Belakangan terungkap pula bahwa Kemenkes akan menggunakan vaksin AstraZeneca kepada masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas tersebut. "Vaksinasi masyarakat umum 18 tahun baru di Jakarta, sementara pakai vaksin AstraZeneca," tutur Nadia kepada CNN Indonesia.

Banyak yang kemudian mengaitkan kebijakan ini dengan tersisanya 400 ribu stok vaksin AstraZeneca yang belum terpakai dan akan kedaluwarsa pada akhir Juni mendatang. "Jakarta tinggal 400 ribu yang akan kedaluwarsa akhir Juni," ungkap Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts