Habib Rizieq Seret KaBIN Budi Gunawan Sampai Stafsus Presiden di Pledoi Tuai Tanggapan Begini
Nasional

Habib Rizieq mencatut sejumlah nama dalam pledoinya pada Kamis (10/6) kemarin. Termasuk mengaku bertemu Kepala BIN Budi Gunawan hingga keyakinan dipenjara oleh Stafsus Presiden bidang Intelijen Diaz Hendropriyono.

WowKeren - Habib Rizieq Syihab menyampaikan sejumlah fakta mengejutkan di pembacaan pledoinya pada Kamis (10/6) kemarin. Sidang yang digelar terkait perkara hasil swab test palsu RS UMMI Bogor itu menjadi wadah bagi Rizieq mengaku soal pertemuannya dengan sejumlah tokoh penting nasional, termasuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Disebutkan Rizieq, ia bertemu dengan Budi Gunawan setelah sebulan sebelumnya dihubungi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) kala itu, Wiranto. Lantas apa kata BIN maupun Budi Gunawan soal pengakuan Rizieq itu?

"Tentang isu pertemuan dengan Pak BG di Arab Saudi tidak pernah terjadi," tegas Juru Bicara BIN, Wawan H Purwanto kepada Tribun News, Jumat (11/6). Namun hingga kini baru BIN yang memberikan tanggapan meskipun Rizieq sempat mencatut sejumlah nama lain termasuk Kapolri yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.


Bahkan dalam pledoinya, Rizieq mengungkap dugaan bahwa pihaknya dikhianati ketiga tokoh tersebut sehingga gagal kembali ke Tanah Air pada 2017 lalu. "Sehingga saya dicekal atau diasingkan dan tidak bisa pulang ke Indonesia. Saya tidak tahu apakah Menko Polhukam RI Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan serta Kapolri Tito Karnavian yang mengkhianati dialog dan kesepakatan," kata Rizieq dalam persidangan, Kamis (10/6).

Sedangkan Rizieq juga turut menyeret nama Staf Khusus Presiden bidang Intelijen, Diaz Hendropriyono. Putra mantan Kepala BIN AM Hendropriyono itu disebut-sebut terlibat dalam kasus tewasnya enam laskar FPI juga merekayasa kasus yang menjerat Rizieq demi memenjarakannya.

Lalu apa kata Diaz terkait tudingan tersebut? "Rizieq bisa aja lah, pepesan kosong," tutur Diaz, Jumat (11/6).

Ipar dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa itu menilai tidak ada bukti kuat yang disampaikan Rizieq dalam semua tudingannya terhadap Diaz. Karena itulah, Diaz mengaku tidak perlu merespons berlebihan pengakuan Rizieq tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts