Prabowo Buka-Bukaan Rencana Beli Alutsista Rp1.700 Triliun, Ternyata Gara-Gara Jokowi?
Instagram/prabowo
Nasional

Dalam sebuah podcast, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan detail penyusunan rencana peremajaan alutsista TNI yang mencapai Rp1.700 triliun.

WowKeren - Menteri Perhubungan Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara perihal gaduh rencana peremajaan alutsista TNI. Sejatinya topik peremajaan alutsista bukan barang baru, namun wacana penggunaan dana hingga Rp1.700 triliun, alias Rp1,7 kuadriliun, yang konon akan dibiayai dari utang luar negeri tentu saja langsung ramai dibicarakan masyarakat luas.

Ketika diundang di podcast Deddy Corbuzier pada Minggu (13/6), Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menjelaskan bahwa rencana ini masih terus dibahas mendalam. Dan rupanya, wacana peremajaan alutsista yang menelan biaya sampai ribuan triliun ini bermula dari instruksi Presiden Joko Widodo.

"Waktu saya baru dilantik, kemudian kurang lebih ya sepuluh hari sesudah dilantik itu saya tiba-tiba beliau panggil saya di Istana. Beliau bilang 'Menhan, saya ingin suatu masterplan. Saya ingin suatu grand design, saya minta 15, 25 tahun. Saya minta utuh, apa yang kita butuh, utuh, kita rencanakan'," tutur Prabowo, dikutip pada Senin (14/6).

Prabowo pun lantas mengikuti pedoman Jokowi itu. Menurut pengakuannya, Jokowi sebenarnya telah menantikan hasil rancangan Prabowo dan jajarannya namun juga terpaksa ditunda akibat pandemi COVID-19.


"Cukup lama lho sebetulnya, beliau menunggu-nunggu," kata Prabowo. "Iya memang tertunda. Jadi inilah yang kita menata, kita bikin rencana, masterplan, rencana induk, dan muncullah (rencana Rp1,7 kuadriliun)," jelas Prabowo.

Namun Ketua Umum Partai Gerindra itu menyayangkan kemudian rencana yang masih harus dibahas lebih lanjut tersebut malah kini diributkan. "Ini baru kita hitung-hitung (dan) padahal belum ada keputusan," tegasnya.

"Ya itulah Indonesia, yang saya sangat prihatin. Ada pribadi-pribadi yang mungkin mengutamakan kepentingan pribadi sehingga bisa hal-hal yang sifatnya pribadi dikeluarkan," sambung mantan Calon Presiden RI 2014 dan 2019 tersebut.

Kembali Prabowo menegaskan bahwa rencana peremajaan alutsista bermodal jumbo tersebut belum dipastikan. Karena itulah, huru-hara yang mengiringi di tengah masyarakat karena rencana belum matang tersebut seharusnya diredam agar jangan sampai dimanfaatkan oleh negara asing yang hendak menginvasi Tanah Air.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts