Dinas Pariwisata Optimis Program Work From Bali Bisa Genjot Okupansi Hotel Hingga 20 Persen
pixabay.com/ilustrasi
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia selama satu tahun lebih ini membuat sejumlah sektor perekonomian melemah, termasuk pariwisata. Menanggapi program WFB, Dispar Bali optimis okupansi hotel bisa naik hingga 20 persen.

WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan meminta aparatur sipil negara (ASN) di bawah naungannya untuk bekerja dari Bali. Adapun alasan dibalik kebijakan work from Bali (WFB) yakni meningkatkan rasa kepercayaan dari masyarakat untuk berwisata di tempat lokal sehingga bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Adapun pelaksanaan WFB tersebut diketahui akan dimulai pada bulan Juli mendatang secara bertahap. Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, Putu Astawa optimis dengan adanya kebijakan tersebut dapat menggenjot okupansi hotel hingga 20 persen.

Seperti yang diketahui, semenjak pandemi COVID-19 memasuki Indonesia, hampir semua sektor yang berhubungan dengan perekonomian nasional melemah, termasuk sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan selama pandemi berlangsung, dilarang untuk mengunjungi fasilitas umum atau tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.


Terkait dengan okupansi hotel di Bali saat ini masih berada di bawah 20 persen. Padahal jumlah kamar hotel di Pulau Dewata itu mencapai sekitar 186 ribu kamar. Maka dari itu, untuk saat ini para pengelola hotel tidak memikirkan profit terlebih dahulu, yang terpenting adalah persentase okupansi bisa naik.

"Okupansi 15-20 persen itu biasalah, teman-teman industri pariwisata juga saat ini belum berpikir soal profit, yang penting mereka bisa bertahan itu sudah sangat luar biasa," terang Putu saat dihubungi Kumparan.com, Selasa (15/6). "WFB ini kan ibarat ada air netes sedikit, kita syukurilah pasti."

Sementara itu, untuk menyambut program WFB, Dispar sudah menyediakan sejumlah paket wisata untuk para ASN. Hal ini bertujuan agar para PNS tidak hanya terpatok liburan di Nusa Dua atau Sanur saja. Terkait dengan paket wisata yang akan ditawarkan, pihak Dispar telah berkoordinasi dengan pengelola objek wisata di 9 Kabupaten/Kota se-Bali.

Putu berharap dengan adanya program WFB itu, nantinya bisa membawa dampak baik bagi sektor pariwisata. Pihaknya berharap, setelah WFB belangsung itu juga dapat mengundang jumlah turis lokal, sehingga sektor pariwisata bisa perlahan-lahan pulih kembali.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts