COVID-19 Pasca Lebaran 2021 Meledak Sampai 112,21%, Lebih Parah dari Tahun Lalu
Instagram/surabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jika dibandingkan, kenaikan kasus COVID-19 pada minggu keempat pasca Lebaran tahun 2020 lalu di kisaran 92,11 persen. Sementara tahun ini sampai lebih dari 100 persen.

WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyampaikan perkembangan terkini pengendalian wabah. Termasuk soal kasus COVID-19 empat pekan setelah Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada 13 Mei 2021 lalu.

Dan jika membandingkan kondisinya pada pekan keempat pasca libur Lebaran, ternyata tahun 2021 lebih parah daripada periode serupa tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana disampaikan Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito pada Kamis (17/6).

"Setelah disandingkan pada minggu keempat, ternyata kenaikan kasus pasca Idul Fitri di tahun ini, secara nasional, mengalami kenaikan yang lebih tinggi yaitu mencapai 112,22 persen. Sedangkan kenaikan kasus pada tahun 2020 adalah sebesar 93,11 persen," tutur Wiku dalam konferensi pers daring yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden.

Hal ini tak lepas dari angka kasus positif pekan keempat pasca Lebaran 2021 yang naik signifikan dibanding minggu sebelumnya. Bahkan pada Kamis hari ini saja Indonesia kembali melaporkan belasan ribu kasus positif, tepatnya sebanyak 12.624 pasien.


Yang membedakan adalah, ledakan COVID-19 pasca Lebaran 2020 mulai tampak pada pekan ketiga, sedangkan tahun ini terlihat mulai minggu keempat. "Hanya dalam satu minggu saja, persentase kenaikan kasus di tahun ini dapat melampaui persentase kenaikan kasus di tahun lalu," sambung Wiku.

COVID-19 Pasca Lebaran 2021 Meledak Sampai 112,21%, Lebih Parah dari Tahun Lalu

YouTube/Sekretariat Presiden

Wiku tak menampik, signifikansi kenaikan kasus positif pekan keempat pasca Lebaran 2020 lebih "seram", bahkan Jawa Tengah mencapai hampir 800 persen. Namun meski tahun ini signifikansi kenaikannya "hanya" 285 persen, jumlah daerah terdampak lebih merata dan ledakan lebih terasa di lingkup lebih kecil seperti kabupaten/kota.

Sejumlah daerah, terutama di Pulau Jawa, saat ini memang menjadi titik panas penyebaran wabah COVID-19. Sebut saja Kudus yang "menular" ke sejumlah wilayah Jawa Tengah, maupun Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang berbuntut penyekatan ketat di Jembatan Suramadu.

Pemerintah sendiri mengaku telah memprediksi krisis ini akan terjadi. Pasalnya sejumlah larangan yang dibuat pemerintah, seperti mudik Lebaran misalnya, banyak dilanggar, yang kemudian diperparah dengan rendahnya disiplin protokol kesehatan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts