Bukan Capres 2024, Ganjar Pranowo Malah Berpeluang Jadi Ketum PDIP?
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional
Polemik Ganjar vs Puan

Peneliti LSI Denny JA membuka kans Ganjar Pranowo, yang belakangan diisukan akan menjadi Capres 2024, untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketum PDIP.

WowKeren - Beberapa waktu lalu PDI Perjuangan sempat diguncang dengan isu konflik internal yang ditengarai akibat perebutan posisi Calon Presiden yang bakal diusung 2024 mendatang. Konflik pun berputar di antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Meski isu itu sudah ditepis, masih banyak yang mencoba mengaitkan topik tersebut. Termasuk peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, yang malah mengungkap kans Ganjar untuk dijadikan Ketum PDIP.

"Kalau kemudian Ganjar yang dipilih oleh Megawati dan menang dalam Pilpres di 2024," tutur Adjie dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/6). "Maka yang pertama yang menjadi PR adalah potensi Ganjar menjadi Ketua Umum PDIP berikutnya."

Adjie lantas membandingkan dengan Presiden Joko Widodo yang juga diusung PDIP hingga menjadi RI 1. "Ganjar adalah kader PDIP yang sudah lama masuk ke dalam struktur partai," terang Adjie, menerangkan perbedaan antara Ganjar dan Jokowi yang hanya kader partai.


"Dua kali menjadi anggota DPR RI dari PDIP dan bahkan menjadi Gubernur PDIP di Jawa Tengah. Sehingga memang potensi Ganjar menjadi ketua umum berikutnya di PDIP besar," imbuhnya.

Perihal penggantian ketum partai ini, menurut Adjie, adalah hal yang harus dipertimbangkan seiring dengan makin senjanya usia Megawati Soekarnoputri. Walau banyak kader yang masih ingin Megawati menjadi ketum, regenerasi tentu harus segera dilakukan.

Namun tentu saja persyaratan utamanya adalah Ganjar harus menjadi Capres 2024 yang diusung PDIP serta memenangkannya. Yang kemudian menjadi pertanyaan, bisakah Ganjar "mematahkan" dominansi trah Presiden ke-1 RI Ir Soekarno di partai banteng?

"Kalau Ganjar jadi presiden kemudian terpilih dalam dua masa jabatan maka juga punya potensi mematahkan trah Soekarno dalam PDIP," beber Adjie. "Pertanyaan politisnya adalah apakah bersedia Ibu Mega atau Mba Puan memberikan atau trah Soekarno-nya hilang dan digantikan tokoh lain diluar trah Bung Karno."

"Data survei kita di bulan Juni 2021 menunjukkan tingkat popularitas Ganjar itu masih di 59 persen walaupun berbeda 2 poin dengan Puan yaitu 61 persen, namun elektabilitas Ganjar jauh di atas Puan, saat ini Ganjar memiliki elektabilitas di angka 15,5 persen, sementara Puan di angka 2 persen," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts