Alasan Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK di Hasil Survei Lebih Rendah Dibanding Polri
Twitter/KPK_RI
Nasional

Menurut Direktur Riset Cyrus Network Fadhli MR, sebanyak 86,2 persen responden mengaku percaya terhadap Polri. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei sebelumnya yang berada di angka 62,5 persen.

WowKeren - Hasil survei Cyrus Network menunjukkan bahwa angka kepercayaan publik terhadap Polri meningkat. Menurut Direktur Riset Cyrus Network Fadhli MR, sebanyak 86,2 persen responden mengaku percaya terhadap Polri.

"Angka ini naik meningkat jika dibandingkan dengan survei kami sebelumnya yang menunjukan di angka 62,5 persen," ungkap Fadhli dalam keterangannya, Senin (21/6).

Sementara itu, angka kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih rendah dibandingkan Polri. Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK mencapai 80,7 persen, terendah di antara empat lembaga penegak hukum yang lain.

"Kami menemukan Polri menempati peringkat teratas sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh publik dengan 86,2 persen responden mengaku percaya terhadap Polri," papar Fadhli. "Diikuti Mahkamah Agung dengan 85,9 persen, kemudian 82,2 persen responden percaya terhadap Kejaksaan Agung; dan 80,7 persen percaya terhadap KPK."


Fadhli menilai tingkat kepercayaan terhadap KPK lebih rendah dibanding yang lain disebabkan oleh sejumlah isu terkait lembaga anti-rasuah yang beredar belakangan ini. "Hal ini mungkin dipengaruhi ramainya isu seputar KPK belakangan ini," kata Fadhli.

Menurut Fadhli, tingkat kepercayaan publik terhadap empat lembaga penegak hukum hanya memiliki selisih tipis. Sebagian masih dalam rentang margin of error.

Di sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang meningkat dinilai Fadhli menjadi modal penting bagi institusi Korps Bhayangkara tersebut. "“Ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan, dan terus ditingkatkan oleh segenap jajaran Polri, agar Polri bisa dekat dengan masyarakat dan profesional dalam menjalankan fungsinya," ujar Fadhli.

Adapun survei Cyrus Network ini dilakukan pada 28 Mei hingga 1 Juni 2021 dengan jumlah responden mencapai 1.230 orang. Mereka tersebar secara proporsional di 123 desa/kelurahan terpilih di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan tatap muka, menggunakan metode multistage random sampling.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts