Angelina Jolie Sebut Sang Putri Angkat Berkebangsaan Ethiopia Terima Rasisme Usai Jalani Operasi
Selebriti

Angelina Jolie sebut putrinya, Zahara yang berusia 16 tahun mengalami rasisme lantaran kulit hitam yang dimilikinya. Lantas seperti apa kekecewaan Angelina terhadap sikap rasis yang diterima Zahara?

WowKeren - Belakangan ini, selebriti sekaligus mantan istri dari Brad Pitt yakni Angelina Jolie mengungkapkan kekecewaannya kepada publik. Hal itu lantaran putri angkatnya yang bernama Zahara dan kini telah berusia 16 tahun sempat menerima rasisme dari berbagai kalangan masyarakat.

Angelina lantas menceritakan pengalaman yang baru-baru ini dialaminya terkait rasisme yang diterima sang putri angkat. Sebelumnya, Zahara merupakan putri angkat Angelina yang diketahui berkebangsaan Ethiopia. Angelina dan Pitt diketahui mengadopsi Zahara sejak usianya masih enam bulan.

Angelina lantas merasa Zahara sudah diperlakukan secara rasis usai menjalani sebuah operasi. Pengalaman itu disampaikan Angelina melalui wawancara majalah Time dengan seorang ahli dokter bernama Malone Maukwende.

Angelina lantas menyebut sang putri yang bernama Zahara baru saja menjalankan sebuah operasi. Angelina pun mengatakan terdapat seorang perawat yang memintanya menghubungi pihak dokter bila kulit Zahara berubah menjadi merah muda.

"Baru-baru ini putri saya Zahara, yang saya adopsi dari Ethiopia, menjalani operasi, dan setelah itu seorang perawat mengatakan kepada saya untuk memanggil mereka jika kulitnya berubah menjadi merah muda," terang Angelina.


Perkataan perawat itu nyatanya cukup menyakiti hati seorang Angelina Jolie. Menurutnya, pernyataan itu biasa ditanyakan kepada orang berkulit putih. Ia pun mempertanyakan mengapa Zahara diperlakukan seperti orang berkulit putih yang tengah sakit.

Menurut Angelina yang telah merawat sejumlah anak dari ras berbeda, kondisi kulit setiap anak berbeda tergantung dengan warna dan latar belakangnya. Angelina pun merasa heran lantaran medis selalu mengacu kepada orang berkulit putih.

"Saya memiliki anak dari latar belakang yang berbeda, dan saya tahu ketika ada ruam yang dialami semua orang, itu terlihat sangat berbeda tergantung pada warna kulit mereka," jelas Angelina. "Tetapi setiap kali saya melihat grafik medis, titik acuannya selalu kulit putih.

Angelina lantas mengatakan jika masalah itu bisa menimbulkan keadaan gawat bagi populasi masyarakat lain. Pasalnya, pihak terkait bisa saja tak menyadari bila anak-anak mereka membutuhkan bantuan dokter segera.

"Namun, seperti yang baru saja Anda ilustrasikan, itu adalah pernyataan yang sangat bermasalah untuk beberapa kelompok populasi," pungkas Angelina. "Karena itu tidak akan terjadi dengan cara itu dan jika Anda tidak menyadarinya, Anda mungkin tidak akan menghubungi dokter."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts