Sebut Uang Pemerintah Ada Batasnya, Risma Tegaskan Tak Bisa Terus Beri Bansos Ke Masyarakat
Instagram/trirismaharini01
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Selama penerapan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat, pemerintah menyalurkan bansos kepada masyarakat yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19. Akan tetapi, Mensos Risma mengungkapkan bahwa anggarannya terbatas.

WowKeren - Pemerintah Indonesia selama penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19. Adapun bansos itu disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa terus menerus memberikan bansos kepada masyarakat. Menurutnya, uang pemerintah ada batasnya. Hal ini disampaikan Risma saat menghadiri penyaluran bansos di Kantor Pos Kota Tuban, Jawa Timur.

"Bantuan yang Bapak/Ibu terima untuk meringankan beban karena pembatasan aktivitas, tapi tidak bisa terus menerus," tutur Risma dalam keterangan resmi, Senin (26/7). "Karena pemerintah memiliki keterbatasan."

Lebih lanjut, Risma menuturkan bahwa untuk saat ini, pemerintah masih bisa menyalurkan bansos kepada masyarakat selama PPKM berlangsung. Akan tetapi, untuk ke depannya, Risma menyebut tidak bisa terus berlangsung.


Maka dari itu, Risma menegaskan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat agar pandemi COVID-19 bisa cepat berakhir. "Kalau kita tidak mematuhi protokol kesehatan, maka virus ini akan terus bermutasi, kita tidak selesai-selesai, kita tidak bisa menggerakkan ekonomi," tegas Risma.

Di sisi lain, Risma menyadari bahwa bansos beras yang diberikan pemerintah kepada masyarakat itu memang tidak mencukupi selama satu bulan. Sebab beras yang diberikan hanya 5 kg. Selain itu, tujuan disalurkannya bansos beras itu memang hanya untuk meringankan beban masyarakat.

"Karena memang tujuannya untuk meringankan sebagian beban masyarakat," tandas Risma. "Itu lah kemampuan negara yang mampu diberikan."

Risma kemudian menerangkan bahwa bansos tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah daerah (pemda). Meski demikian, hal ini bukanlah suatu persoalan yang mudah karena adanya keterbatasan anggaran. Risma kembali menegaskan dan memohon masyarakat agar menaati protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat.

Sebagai informasi, Kabupaten Tuban menerima bansos beras sebanyak 5kg dengan alokasi sebanyak 3 ribu paket. Adapun bansos tersebut disalurkan kepada masyarakat marjinal yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts