Anies Baswedan Bangga COVID-19 DKI Jakarta Mulai Menurun, Apa Buktinya?
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Anies Baswedan membagikan data terkini penanganan COVID-19 di DKI Jakarta yang menurutnya sudah menjauh dari situasi genting. Begini data selengkapnya.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membongkar kondisi terkini wabah COVID-19 di Ibu Kota. Dan disebutkan olehnya, tren penurunan kasus COVID-19 sudah mulai terlihat nyata dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Yang paling terlihat, menurut Anies, adalah antrean pasien COVID-19 sampai di selasar Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Antrean masuk IGD-nya penuh, IGD-nya penuh, rawat inapnya penuh, ICU juga penuh," beber Anies dalam siaran persnya, Senin (26/7).

Menurut Anies, situasi RS di Jakarta saat ini sudah lebih longgar, di mana pasien-pasien sudah bisa masuk IGD, bahkan jumlahnya berkurang. Situasi ini, menurut Anies, juga bisa ditemui di beberapa RS di Ibu Kota.

"Artinya apa, kalau antrean IGD sudah longgar, artinya aliran pasien baru yang datang ke faskes sudah berkurang, tidak sebanyak beberapa minggu lalu," kata Anies. "Karena itu beban RS menjadi berkurang, tapi yang masih di dalam masih cukup banyak."


Jumlah kasus aktifnya pun, disebutkan Anies, sudah menurun di angka 64 ribu. Padahal beberapa waktu lalu otoritas setempat sudah menyiapkan skenario andai kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta bisa mencapai 100 ribu.

Walau demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta agar data yang ada dimaknai dengan hati-hati. "Kasus aktif 64.000 itu masih 2 kali lebih tinggi daripada puncak gelombang pertama lalu," tegas Anies.

Sedangkan tingkat positivity rate COVID-19 Ibu Kota sendiri saat ini memang menurun, dari 45 persen ke kisaran 25 persen. Namun tetap saja angka ini masih jauh dari ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar lima persen.

"Dan walaupun antrean IGD sudah terurai, namun ICU masih padat, sambil tekanan perlahan berkurang," pungkas Anies. "Artinya, tren penurunan ini nyata terlihat, tapi situasi kita masih jauh dari ideal."

Di sisi lain, angka kasus COVID-19 yang dilaporkan Indonesia pada Senin (26/7) adalah yang terendah sejak 4 Juli 2021, yakni di kisaran 28 ribu kasus. Namun angka kasus meninggal hari ini adalah salah satu yang terburuk yang pernah dicatatkan Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts