Punya Peran Penting, Kemenperin Pastikan Industri Baja Tetap Beroperasi Saat PPKM Level 4
Pexels/Chevanon Photography
Nasional
PPKM Darurat

Sektor esensial atau kritikal saat penerapan PPKM Level 4, diizinkan untuk tetap melakukan kerja di kantor. Meski demikian pemerintah juga meminta mereka memastikan menerapkan protokol kesehatan dengan taat dan ketat.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Dalam aturan kebijakan ini, bagi para sektor non esensial dan kritikal diminta untuk melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Sementara untuk sektor esensial dan kritikal diizinkan bekerja di kantor atau work from office (WFO).

Salah satu sektor esensial adalah industri manufaktur. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan bahwa saat bekerja selalu menerapkan protokol kesehatan dan Izin Operasional dan Mobilisasi Kegiatan Industri (IOMKI). Salah satunya adalah industri baja yang merupakan sektor esensial atau kritikal saat PPKM Level 4.

Selain untuk mendorong percepatan penanganan dan pengendalian COVID-19, langkah startegis tersebut diharapkan juga bisa meningkatkan hasil produksi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik atau ekspor. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier.

"Pemantauan ini sekaligus menyosialisasikan penerbitan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021, tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19," tutur Taufiek saat mengunjungi perusahaan baja PT AM/NS Indonesia, di Bekasi, Senin (26/7).


Taufiek menuturkan bahwa industri menjadi salah satu sektor strategis. Hal ini dikarenakan produksinya dijadikan sebagai bahan baku untuk menopang sejumlah aktivitas sektor lainnya. Maka dari itu, industri baja mempunyai peran penting dan juga disebut sebagai mother of industries.

Lebih lanjut, Taufiek mengungkap di masa pandemi COVID-19 dan penerapan PPKM Level 4 seperti saat ini, PT AM/NS Indonesia berjalan 100 persen. Sebab juga didukung oleh pasar ekspor, termasuk ke Amerika Serikat (AS).

Pada Juni 2021, tingkat ekspor PT AM/NS Indonesia diketahui mencapai 13 ribu ton. Angka ini meningkat dibandingkan dengan Januari lalu, yang hanya mencapai 2 ribu ton untuk produk CRC dan baja lapis. Di sisi lain, pihaknya juga telah melakukan vaksinasi COVID-19 Gotong Royong tahap pertama yang diikuti oleh sekitar 397 pekerja.

"Guna memacu kinerja sektor industri baja, kami terus berupaya untuk menjaga ketersediaan bahan baku serta mengatasi kesulitan logistik dari shipping company," terang Taufiek.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts