Nikita Mirzani Bongkar Fasilitas Buruk Hotel Saat 8 Hari Karantina, Merasa 'Dipermainkan' Sejak Awal
WowKeren/Fernando
Selebriti

Nikita Mirzani menceritakan pengalaman karantina di salah satu hotel di Indonesia usai pulang dari luar negeri. Ia menyebut hotel rekomendasi Kemenkes tidak layak.

WowKeren - Baru-baru ini Nikita Mirzani protes saat menjalani karantina di salah satu hotel di Indonesia. Diketahui, Niki memang baru pulang dari Turki sehingga harus menjalani karantina sesuai kebijakan yang berlaku saat pandemi Covid-19. Janda 3 anak ini menegaskan bukan protes kebijakan karantina, tapi soal fasilitas hotel.

"Gue tahu konsekuensinya ketika gue pulang dari luar negeri harus jalani karantina. Tidak ada yang bilang tidak mau di karantina," kata Nikita Mirzani saat ditemui WowKeren di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan pada Selasa (27/7).

Niki kemudian menceritakan kronologi bisa pesan salah satu hotel rujukan karantina yang direkomendasikan oleh Kemenkes. Aktris 35 tahun ini menyebut hotel karantina rekomendasi tersebut tak layak. Namun karena tak punya pilihan, Niki manut karantina di salah satu rekomendasi hotel tersebut.

"Jadi karantinanya pesan hotel via online. Terus liat hotelnya, beberapa hotel buat tempat karantina yang terdaftar di tempat Kemenkes tuh gak ada sama sekali jendelanya gak bisa kebuka," ungkap Niki. "Jadi lu sumpek, bau, dan segala macam."

Pemain film "Jakarta Undercover" ini kemudian membeberkan sederet fasilitas hotel yang tak menyenangkan. Selama karantina 8 hari disana, Niki menyebut petugas hotel tak datang untuk membersihkan kamar.

"8 hari didalem gak bisa kemana-mana, seprai gak diganti, tidak dibersihkan, handuk tidak diganti," beber Niki. "Seolah-olah yang karantina terjangkit Covid. Mereka tidak bisa membedakan mana yang Covid dan tidak. Itu yang harus Pemerintah pikirkan sekarang."


Padahal Niki mengaku membayar mahal untuk hotel karantina tersebut. Sejak awal Niki sudah merasa dipermainkan karena biaya hotel tersebut berubah dari harga yang ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut yang membuat Niki protes meluapkan amarahnya di Instagram.

"Dikasih list hotel mahal gue iyain aja, gue tanya harganya, Rp 17,8 juta. Yaudah pesan lah hotel itu," ungkap Niki. "Pas sampai hotel harganya berubah jadi Rp 22 juta. Itu saksinya yang dengar banyak."

"Gue bukan berantem ya, gue nanyain kok di bandara Rp 17 juta, kok di hotel Rp 22 juta," lanjut Niki. "Karena gue capek ya gue bayar."

Sebelum karantina, Niki dan rombongan telah menjalani tes swab PCR hingga dinyatakan negatif. Namun Niki tak habis pikir karena pihak hotel memperlakukannya seperti pasien Covid-19.

"Disitu udah nunggu tim satgas buat PCR. Ya udah abis bayar ya kita tes. Besokannya hasilnya negatif," jelas Niki. "Maksud gue, kalau negatif, jangan diberlakukan seperti orang positif."

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts