Aplikasi Kencan di Singapura Mulai Pasang Status Pengguna Terkait Vaksin COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pandemi virus corona telah menambahkan dimensi baru pada kencan modern. Beberapa aplikasi seluler kencan memungkinkan pengguna untuk menampilkan status vaksinasi COVID-19 mereka.

WowKeren - Pandemi COVID-19 telah membawa manusia pada pola kehidupan normal baru yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tak hanya soal penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan virus, namun juga berdampak pada pola kencan.

Pandemi virus corona telah menambahkan dimensi baru pada kencan modern. Beberapa aplikasi seluler kencan memungkinkan pengguna untuk menampilkan status vaksinasi COVID-19 mereka. Adapun tujuannya adalah untuk membantu mereka merasa lebih aman atau menemukan individu yang berpikiran sama.

Setidaknya tiga aplikasi kencan yakni Bumble, Coffee Meets Bagel dan Hinge yang telah meluncurkan fitur tersebut untuk pengguna Singapura. Tinder yang berbasis di AS mengatakan jika mereka berencana untuk segera menyediakannya.

Sementara itu, Paktor, yang melayani pasar Asia Tenggara, mengatakan akan memperkenalkan lencana vaksinasi pada kuartal terakhir tahun ini ketika lebih banyak orang dewasa muda akan menyelesaikan suntikan kedua. Aplikasi tersebut mampu mengenali jika pengguna mungkin menemukan fitur tersebut berguna setelah para lajang yang menggunakan cabang perjodohan offline mereka, GaiGai, bertanya apakah orang yang dijodohkan dengan mereka telah divaksinasi.


"Itu adalah hal yang menarik yang mereka pikirkan," kata Chief executive officer Paktor Alex Tam. "Jadi ada baiknya (membiarkan orang menunjukkan status vaksinasi mereka di Paktor) ketika itu menjadi pertanyaan umum."

Aplikasi ini juga berupaya mendorong vaksinasi. Hal itu dilakukan dengan cara memprioritaskan profil pengguna yang memiliki lencana vaksinasi dengan menempatkan mereka di radar orang lain lebih sering.

Sementara itu Bumble mengatakan bahwa mereka mulai mengizinkan penggunanya yang berbasis di Singapura untuk memberi label pada biodata mereka dengan lencana "Saya telah divaksinasi". Langkah ini diambil usai perusahaan melihat peningkatan yang stabil dalam jumlah orang yang telah memasukkan kata "vaksin" atau "vaksinasi" di profil mereka.

Hal serupa disampaikan oleh Tinder. Pimpinan komunikasi Tinder APAC Papri Dev mengatakan kepada Today bahwa Tinder juga menemukan bahwa penyebutan kata "vaksinasi" di bio pengguna telah meningkat hampir 2,2 kali antara Januari dan Juni tahun ini.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts