Tanggapan Ernest Prakasa Soal Tren Ikoy-ikoyan, Minta Publik Figur Sabar dan Beri Toleransi
Instagram/ernestprakasa
Selebriti
Tren Ikoy-Ikoyan

Ernest Prakasa turut buka suara terkait tren ikoy-ikoyan yang menui pro dan kontra di media sosial. Ernest Prakasa juga memberikan pesan bijak untuk para rekan publik figur.

WowKeren - Tren Ikoy-ikoyan yang di m oleh Arief Muhammad malah memicu kontroversi. Sejumlah rekan publik figur secara terang-terangan dan tegas menolak adanya tren tersebut. Ernest Prakasa pun mencoba menilai tren tersebut dengan sudut pandang lain.

"Banyak publik figur yang marah karena merasa dispam dengan ikoy-ikoy. Gue juga lihat beberaka kali Aief minta maaf karena merasa kalau dia udah bikin tren yang annoying. Menurut gue Arief nggak salah ya," ungkap Ernest dalam postingan terbarunya pada Rabu (4/8).

"Cuma intinya gini, lu kalau merasa ini fun, lucu-lucuan daong, gue bisa ngerti. Tapi lu juga harus ngerti kenapa orang kesel. Lo bayangin aja jadi orang followers banyak, terus isi DM ama komennya ikoy-ikoy, kan nyebelin gitu," ungkapnya.


Ernest paham dengan pihak yang pro dengan aksi ikoy-ikoyan maupun yang sebaliknya. Ernest sendiri memilih untuk tidak mengikuti tren tersebut. Meski begitu, ayah dua anak ini merasa bahwa Arief tidak bersalah dalam kontroversi tersebut.

"Kalau gue pribadi nggak ikutan trennya, karena menurut gue cara orang bersedekah atau berbagi itu beda-beda. Gue nggak bilang caranya Arief salah, itu caranya dia, it's okay Lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya apa yang Arief lakukan itu, menurut gue," jelas Ernest.

Tak lupa, Ernest juga memberikan pesan untuk para rekan publik figur yang merasa terganggu dengan adanya tren tersebut. Ernest meminta mereka untuk lebih sabar dan toleran. Apalagi di kondisi pandemi Covid-19 yang masih tak kondusif seperti saat ini.

"Buat temen-temen publik figur yang masih dibanjiri ikoy-ikoy sabar aja ya, sekarang kita ada di era yang sulit, berat buat semua orang. Buat gue kalau kita masih ada di posisi privillage, posisi nyaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nyaman untuk hidup sehari-hari, the least we can do adalah mentolerir orang-orang yang melakukan effort untuk meminta bantuan," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts