Warga Selandia Baru Gelar Aksi Protes Anti-Lockdown Seorang Diri, Begini Respons Polisi
AFP/Marty Melville
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebagai informasi, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mengumumkan bahwa lockdown nasional akan diperpanjang hingga Selasa (31/8) tengah malam.

WowKeren - Selandia Baru telah memperpanjang kebijakan lockdown nasional usai mencatat lebih dari 300 kasus COVID-19 baru dalam sepekan. Seorang warga lantas menggelar protes anti-lockdown di Auckland tengah.

Pihak kepolisian sebelumnya telah mendapat kabar mengenai kemungkinan adanya aksi protes dari media sosial. Polisi Selandia Baru mengatakan bahwa para petugas ditempatkan di Queen Street pada Jumat (27/8) hari ini, usai mendengar rencana aksi protes tersebut.

Namun pada akhirnya, hanya ada satu orang pengunjuk rasa yang benar-benar datang untuk melakukan aksi protes anti-lockdown. Setelah polisi berbicara dengan orang tersebut, aksi protes pun berhasil dibubarkan.

"Polisi telah berada di daerah itu dan telah berbicara dengan satu orang yang datang bermaksud untuk menghadiri protes," jelas seorang juru bicara dilansir The Guardian. "Polisi berbicara kepada individu yang didorong untuk mematuhi pembatasan tingkat empat dan memilih untuk pergi."


Sebelumnya, ada sekitar 100 pengunjuk rasa anti-lockdown yang berkumpul di Queen Street pada pekan lalu. Empat orang di antaranya ditangkap oleh polisi.

Empat orang pengunjuk rasa juga ditangkap kala sekitar 20 orang menggelar aksi protes di kota Tauranga di luar kantor polisi setempat. Kelompok lain juga sempat berkumpul di luar kantor polisi di kota Pulau Selatan Nelson pada hari yang sama, tetapi bubar setelah petugas mengeluarkan 20 peringatan lisan.

Sebagai informasi, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mengumumkan bahwa lockdown nasional akan diperpanjang hingga Selasa (31/8) tengah malam. Setelah itu, area selatan Auckland akan memasuki lockdown fase III per tanggal 1 September 2021.

Di bawah regulasi yang lebih ketat ini, pemerintah akan memindahkan semua pasien ke fasilitas karantina dengan pencegahan infeksi dan pengontrolan yang lebih terjaga. Selain itu mereka juga akan diminta menggunakan alat pelindung diri yang lebih lengkap supaya tidak semakin menularkan virus Corona yang diderita.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts