Anies Baswedan Tegas Larang Holywings Beroperasi Sampai Pandemi COVID-19 Selesai
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
PPKM Darurat

Pelanggaran ketentuan PPKM oleh Holywings Kemang tidak hanya membuat Anies membekukan izin operasional tetapi juga menyiapkan skema 'blacklist' untuk pengunjungnya.

WowKeren - Pelanggaran protokol kesehatan di Holywings Kemang akhir pekan lalu tampaknya tidak hanya melukai masyarakat secara umum tetapi juga menimbulkan murka bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Apalagi karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mencatat Holywings sudah 3 kali melakukan pelanggaran prokes di era pandemi COVID-19.

Karena itulah, Anies memastikan izin operasional Holywings Kemang akan dibekukan sampai pandemi COVID-19 berakhir. Sebab pelanggaran yang dilakukan kemarin, menurut Anies, sudah mengkhianati upaya keras warga Ibu Kota berdiam diri di rumah demi mencegah penularan wabah lebih lanjut.

"Jadi Holywings dan semacamnya dia telah mengkhianati jutaan orang yang bekerja, setengah mati di rumah, terus kemudian tempat ini fasilitasi," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/9). "Itu betul-betul merendahkan usaha semua orang."

"Kita tidak akan membiarkan yang seperti ini untuk melenggang tanpa kena sanksi yang berat, nggak boleh beroperasi, titik. Sampai pandemi ini selesai," imbuhnya. "Karena telah menunjukkan tidak punya sikap tanggungjawab atas ini."


Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan juga telah tegas meminta Holywings Kemang untuk ditutup imbas pelanggaran prokes yang dilakukan. Namun sanksi yang disiapkan Anies untuk bar dan kafe tersebut tidak berhenti sampai pembekuan izin operasional.

Anies juga menyoroti pengunjung yang tidak bertanggung jawab atas keselamatan mereka sendiri. Oleh karena itu, Anies berencana menyusun sistem yang dapat memberi sanksi kepada pengelola serta pengunjung yang melanggar prokes.

"Ke depan, kita salah satu dibahas, yang nanti akan kena sanksi bukan saja pengelolanya, tapi mereka yang berada di tempat itu akan diblok," jelas sang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. "Sehingga tidak bisa pergi dan mendatangi tempat manapun juga selama batas waktu tertentu. Makanya pakai teknologi."

Pada kesempatan itu, Anies kembali mengingatkan bahwa kondisi COVID-19 di Ibu Kota sudah melandai, yang tentu harus diimbangi dengan disiplin prokes. "Pesan utamanya PPKM kita memang turun level, lebih rendah. Tetapi kedisiplinan kita tidak boleh turun level," pungkas Anies menegaskan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts