Tak Ingin Kalah, Korea Selatan 'Balas' Tembakkan Misil Usai Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
pixabay.com/Ilustrasi/SpaceX-Imagery
Dunia

Korea Selatan dilaporkan telah melakukan uji coba rudal bawah air pertamanya, beberapa jam setelah Korea Utara menembakkan dua rudal balistiknya di lepas pantai timur.

WowKeren - Baru-baru ini Korea Utara dilaporkan telah menembakkan dua rudal balistik ke laut. Ini merupakan uji senjata kedua dalam beberapa hari terakhir, yang dianggap bertentangan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Seakan tak ingin kalah, negara tetangganya, Korea Selatan juga melancarkan langkah serupa. Korea Selatan mengatakan telah melakukan uji coba rudal bawah air pertamanya.

Pengumuman tersebut datang beberapa jam setelah Korut menembakkan dua rudal balistiknya di lepas pantai timur. Kantor Presiden Moon Jae-in mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Moon mengamati uji coba rudal balistik kapal selam yang diluncurkan pada Rabu (15/9). Misil yang merupakan buatan dalam negeri Korea Selatan, ditembakkan dari kapal selam kelas 3.000 ton dan terbang pada jarak yang ditentukan sebelumnya sebelum mencapai target yang ditentukan.


Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa rudal yang diluncurkan dari pusat Korea Utara itu terbang sekitar 800 kilometer (497 mil) pada puncak 60 kilometer (37 mil) sebelum mendarat di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.

Penembakan sepasang rudal itu turut membuat risau negara lain, Jepang. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan penembakan rudal seperti itu bisa mengancam perdamaian Jepang dan kawasan sekitarnya. Selain menyebutnya keterlaluan, ia mengatakan bahwa pemerintah Jepang akan bertekad untuk lebih waspada menghadapi segala kemungkinan.

"Penembakan itu mengancam perdamaian dan keamanan Jepang dan kawasan dan benar-benar keterlaluan," kata Suga. "Pemerintah Jepang bertekad untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan."

Banyak ahli berpendapat bahwa uji rudal baru-baru ini menunjukkan Korea Utara ingin memberikan tekanan pada pemerintahan Presiden Joe Biden di tengah kebuntuan dalam diplomasi nuklir antara Pyongyang dan Washington. Sementara itu, Korea Selatan baru-baru ini juga dilaporkan sedang mengembangkan rudal balistik yang memiliki kekuatan hulu ledak nuklir taktis. Laporan itu menyebutkan bahwa ketika rudal ini ditembakkan dari sekitar perbatasan maka dapat mencapai semua wilayah Korea Utara.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts