Eropa Serukan Perlindungan di Tengah Meningkatnya Serangan Terhadap Jurnalis
pixabay.com/Ilustrasi/Shutterbug75
Dunia

Seruan ini datang di tengah meningkatnya serangan fisik terhadap jurnalis. Menurut Komisi Eropa, selama tahun 2020 ada 908 jurnalis dan pekerja media diserang di 27 negara.

WowKeren - Setiap pekerjaan memang memiliki risiko tertentu, tak terkecuali menjadi seorang jurnalis. Tak jarang seorang jurnalis menerima ancaman hingga serangan fisik ketika melakukan tugas mereka.

Di Eropa, hal ini menjadi perhatian yang serius. Badan eksekutif Uni Eropa menyerukan kepada negara-negara anggotanya untuk tidak diam saja menanggapi hal ini. Pada Kamis (16/9) badan tersebut meminta para anggotanya memberikan perlindungan yang lebih baik kepada jurnalis.

Seruan ini datang di tengah meningkatnya serangan fisik dan ancaman online terhadap profesional media. Menurut Komisi Eropa, selama tahun 2020 ada 908 jurnalis dan pekerja media diserang di seluruh blok 27 negara.

Bahkan sejak 1992, sudah ada 23 wartawan yang harus kehilangan nyawa karena melakukan tugasnya. Yang mana dari angka tersebut, sebagian besar terjadi dalam enam tahun terakhir. Wakil presiden komisi untuk nilai-nilai dan transparansi Vera Jourova menegaskan bahwa jurnalis adalah simbol dari demokrasi.


"Tidak ada jurnalis yang harus mati atau disakiti karena pekerjaannya. Kita perlu mendukung dan melindungi jurnalis," tegasnya. "Mereka sangat penting untuk demokrasi."

Terlebih di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, jurnalis memainkan peranan penting dalam menyampaikan informasi ke publik. Oleh sebab itu, ia menyerukan kepada otoritas publik untuk tak berpangku tangan.

"Pandemi telah menunjukkan lebih dari sebelumnya peran kunci jurnalis untuk memberi tahu kami," lanjutnya. "Dan kebutuhan mendesak bagi otoritas publik untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi mereka."

Meski secara garis besar pembunuhan di kalangan jurnalis boleh dibilang masih jarang di Eropa, namun tidak demikian dengan Slovakia dan Malta. Dalam beberapa tahun terakhir, pembunuhan jurnalis di kedua negara itu telah menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan hidup wartawan.

Komisi Eropa Ursula von der Leyen awal tahun ini menyatakan dukungannya terhadap jurnalisme investigasi. Hal itu terjadi setelah seorang jurnalis Belanda Peter R de Vries terbunuh. ia merupakan jurnalis terkenal yang melaporkan dunia bawah yang kejam di Belanda.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts