Cegah Varian Baru COVID-19 Masuk, Bandara Juanda Tak Terima Kepulangan Pekerja Dari Luar Negeri
Instagram/juanda_airport
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Selain belum berakhir, virus COVID-19 terus bermutasi, seperti yang baru ditemukan adalah Mu. Pemerintah berupaya keras untuk mencegahnya masuk ke Indonesia.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih membayangi Indonesia. Meski demikian, belakangan ini, kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan tren penurunan.

Bahkan Jawa Timur (Jatim) menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil turun ke level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini tentunya merupakan pencapaian luar biasa, dan harus terus dipertahankan.

Maka dari itu, dalam upaya mempertahankan dan agar tidak ada varian baru COVID-19 masuk ke wilayah Jatim, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, tidak lagi menerima kedatangan atau kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri.

Selain itu, tidak menerima PMI dari luar negeri itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021, dilakukan pembatasan pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional baik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pelabuhan, maupun bandar udara (bandara).

Mengenai tidak menerima kepulangan PMI dari luar negeri itu disampaikan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. "Bandara Juanda tuh sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan (kedatangan) PMI," terang Suharyanto dalam keterangan, Jumat (17/9).


Adapun pintu masuk orang perjalanan internasional, kata Suharyanto, hanya terdapat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang-Banten, serta Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Sementara untuk pelabuhan, yang dibuka hanya di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau, dan Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, Suharyanto menuturkan bahwa bagi PMI yang kembali ke Indonesia, hanya akan mendarat di dua titik. Sedangkan untuk PMI asal Jatim, pasti akan mendarat di Bandara Soetta.

Setelah tiba di Jakarta, kata Suharyanto, nantinya PMI asal Jatim akan menjalani karantina terlebih dahulu selama 8 hari. Setelah menjalani karantina, baru mereka menuju kampung halaman masing-masing. "Kami akan koordinasi dengan Pangdam Jaya, apakah mereka akan mengantar PMI ke sini atau kami yang jemput," jelas Suharyanto.

Suharyanto menuturkan setibanya PMI di Jatim, mereka akan menjalani tes swab PCR kembali. Jika hasilnya adalah negatif, maka bisa melanjutkan perjalanan pulang ke kediaman masing-masing. Tetapi jika positif, maka mereka harus kembali menjalani karantina dan perawatan.

Kemudian, Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya juga akan terus memantau PMI yang kembali secara mandiri melalui jalur darat dan laut, setelah menjalani karantina di Jakarta. "Mudah-mudahan langkah penyekatan ini, bisa mencegah varian baru Mu agar tidak menyebar di Jatim," tandas Suharyanto.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts