Tewasnya Ali Kalora Disebut Bakal Memperkecil Ancaman Terorisme Di Poso
Nasional

Sebelumnya, pimpinan MIT Ali Kalora telah dipastikan tewas bersama pengawalnya beberapa waktu yang lalu. Kematian dari Ali itu disebut bisa menurunkan ancaman teror di Poso.

WowKeren - Beberapa waktu yang lalu pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Ahmad alias Ali Kalora diketahui telah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Desa Astina, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Selain Ali, ada satu orang terduga teroris lainnya yang juga dilaporkan tewas yakni Jaka Ramadhan alias Ikrima.

Sebagai informasi, Ali sendiri merupakan terduga teroris yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tewasnya Ali itu, disebut sangat berpengaruh terhadap potensi ancaman terorisme di wilayah Poso, Sulawesi, dan sekitarnya.

Harits Abu Ulya selaku Peneliti dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) menyatakan bahwa potensi ancaman akan menurun akibat hilangnya sosok pemimpin. Bahkan ia juga memprediksi kelompok teroris di kawasan tersebut bakal hilang atau habis.


"Ancaman menjadi rendah atau kecil, bahkan bisa diprediksi akhirnya eksistensi kelompok teror di Poso yang ada di gunung akan down atau habis," terang Harits kepada Kompas.com, Senin (20/9).

Meski masih ada 4 orang anggota lagi yang menjadi buronan polisi, Harits menyatakan bahwa tidak ada lagi anggota MIT yang memiliki kompetensi menjadi pemimpin seperti Ali Kalora. Ia lantas menyatakan bahwa keempat DPO itu juga akan mengalami kekurangan logistik, sehingga aparat menjadi lebih mudah dalam menemukan mereka. Sehingga keempat orang itu akan lebih fokus untuk bertahan hidup dibandingkan dengan melakukan serangan balas dendam ke aparat.

"Sekelompok orang sisa DPO ini tidak bisa lagi menjadi magnet kuat bagi para simpatisan yang di bawah untuk mensupport eksistensi mereka," papar Harits. "Di samping itu, sisa 4 orang ini tidak punya senpi dan amunisi yang layak dipakai untuk melawan."

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Irjen Polisi Rudy Sufahriadi mengatakan bahwa jenazah Ali sudah di RS Bhayangkara Polda Sulteng. Pihaknya juga telah memastikan Ali tewas bersama pengawalnya Jaka Ramadhan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts