Guru Besar UGM Sebut Kopi Baik untuk Cegah COVID-19, Begini Penjelasannya
Pixnio/pixel2013
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam pidato orasi ilmiahnya di Puncak Dies Natalis FTP UGM ke-58, Prof Dr Ir Sri Anggraini, M.S., menyampaikan manfaat kopi di masa pandemi COVID-19. Ini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Ir Sri Anggraini, M.S., mengklaim bahwa kopi memiliki banyak manfaat di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. Termasuk untuk mencegah paparannya hingga membantu deteksi kasus.

Hal ini seperti disampaikan Sri Anggraini dalam pidato orasi ilmiah dalam puncak Dies Natalis FTP UGM ke-58 di Auditorium FTP UGM, Senin (20/9). Sri Anggraini memang mengusung pidato ilmiah berjudul "Kopi untuk Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19" dalam kesempatan tersebut.

"Di berbagai penelitian di luar negeri kopi menduduki peringkat teratas sebagai asupan yang dinilai mampu mencegah paparan COVID-19," tutur Sri Anggraini dalam keterangannya, Selasa (21/9). Hal ini ternyata berkaitan dengan kandungan antioksidan dalam kopi.

"Hal itu mendukung banyak penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kopi bisa meningkatkan kekebalan tubuh," imbuh Sri Anggraini, dikutip dari Detik Health. "Karena adanya kandungan polifenol dan fenolik yang memiliki sifat antioksidan."


Meski demikian, Sri Anggraini tetap menegaskan pentingnya penelitian lebih jauh terkait khasiat kopi terutama untuk kekebalan tubuh di tengah wabah COVID-19 seperti saat ini. Hasilnya nanti diharapkan bisa untuk mendorong masyarakat agar gemar mengonsumsi kopi, tentu saja bila tidak berlebihdan dari batas aman yang dianjurkan.

Dan ternyata bukan cuma untuk mencegah paparan COVID-19, kopi juga bisa digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus Corona atau tidak. Hal ini sejalan dengan yang pernah disarankan peneliti dari Universitas Tufts, Amerika Serikat sebelumnya.

"Umumnya penderita COVID mengalami gejala hilangnya indera penciuman atau anosmia. Kopi bisa digunakan untuk mendeteksi gejala tersebut karena memiliki rasa dan aroma yang kuat," terang Sri Anggraini.

Kendati begitu, patut diingat bahwa sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kopi dalam keadaan perut kosong. "Minum kopi saat perut kosong bisa memungkinkan naiknya kadar gula darah, asam lambung naik dan risiko kena sakit maag," papar Sri Anggraini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts