Olivia Nathania putri Nia Daniati terancam mendapat hukuman serius karena kuasa hukum para korban mengatakan jika kasus tersebut telah berada di tangan Unit Keamanan Negara.
- Sisilia Rizky Azalea
- Rabu, 29 September 2021 - 14:51 WIB
WowKeren - Putri aktris senior Nia Daniati yakni Olivia Nathania tengah terseret ke dalam kasus penipuan. Yang mana, Olivia bersama sang suami, Rafly N Tilaar, diduga telah melakukan penipuan dengan menawarkan posisi CPNS kepada para korban.
Tak main-main, korban Olivia dilaporkan berjumlah 225 orang. Kini, para korban tengah meminta kejelasan nasib uang mereka dan posisi CPNS yang selama ini ditawarkan Olivia.
Sayang, Olivia hingga saat ini masih menghilang tanpa adanya keterangan. Kuasa hukum para korban, Odie Hadianto ditemani timnya belum lama ini kembali sambangi Polda Metro Jaya. Kedatangan Odie dan tim itu bertujuan untuk meminta pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti kasus Olivia dan para 225 korban.
"Kedatangan kami ke Polda Metro Jaya berkaitan kami ingin minta atensi dari Kapolda untuk kasus ini," terang Odie Hadianto di Polda Metro Jaya pada Rabu (29/9).
Pihaknya mengatakan jika Olivia kemungkinan telah merencanakan kasus penipuan tersebut denga matang. Yang mana, menurut keterangan BKN dan BKB, surat-surat yang dimiliki Olivia diklaim palsu dan tak terdaftar.
"Kami sudah datang ke BKN (tunjukin surat) kami minta klarifikasi kepada BKN dan BKB sudah membuat stampel bahwa SK yang dibuat oleh Oli dan Rav itu bodong," beber Odie. "Dan jelas-jelas sudah memalsukan surat."
Bila Olivia nantinya terbukti memalsukan dokumen dan merugikan pihak BKN, maka putri Nia Daniati itu kemungkinan akan kembali ditindaklanjuti dengan upaya hukum. Itu artinya, Olivia akan menerima pasal berlapis atas kasus penipuan yang menyeret namanya.
"Kalau ini terbukti merugikan pihak BKN mereka akan melakukan upaya hukum terhadap mereka berdua," lanjutnya.
Kuasa hukum korban mengatakan jika pihaknya baru saja menerima informasi apabila kasus Olivia telah ditangani Unit Keamanan Negara. Yang mana itu artinya, kasus Olivia dan para 225 korbannya dianggap sebagai masalah serius.
"Dan kami baru saja mendapat informasi bahwa perkara ini ditangani oleh unit Kamneg (Keamanan Negara) berarti dianggapnya ini perkara yang serius," pungkas Odie.
(wk/Sisi)