Putri Nia Daniati sempat sulit dihubungi setelah dilaporkan ke polisi atas kasus penipuan berkedok tes CPNS. Enggan bertemu dengan pelapor, Olivia Nathania mengaku sempat drop.
- Intan Maharani
- Jumat, 01 Oktober 2021 - 18:02 WIB
WowKeren - Putri Nia Daniati, Olivia Nathania yang dituduh melakukan penipuan ratusan CPNS akhirnya angkat bicara. Keberadaannya yang sulit ditemui terduga korban Agustina selama kasus ini bergulir pun terungkap.
"Saya dicari susah karena begini, kalau mbak di posisi saya kalau diminta ketemu setiap hari pakah mbak bisa? Sedangkan ada urusan lain yang harus saya kerjakan," ujar Olivia Nathania melansir dari Suara dalam jumpa pers di Fatmawari, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/9).
Selain karena urusan pribadi, putri penyanyi senior itu juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya sempat menurun. Sejak berita penipuan itu berhembus di media massa, kesehatan Olivia Nathania mengalami penurunan.
"Saya bukan menghilang, setelah ada kasus ini saya drop. Saya tidak tahu bakal bisa sejauh ini," terang Olivia Nathania.
Begitu tahu bahwa dirinya sudah dilaporkan, Olivia Nathania tidak bisa berpikir. Sehingga ia memilih merenung dan berkonsultasi masalah hukum dengan pengacaranya. Bahkan ia juga bolak-balik ke dokter untuk merasa lebih baik.
"Ketika dilaporkan saya diam dulu, saya tidak bisa mikir. Saya ke dokter bolak-balik. Saya intens berkomunikasi (dengan kuasa hukum). Akhirnya butuh waktu dan merenung," jelas Olivia Nathania.
Saat ini, Olivia Nathania sudah tidak lagi menjalin silaturahmi dengan Agustin yang notabene adalah mantan gurunya. Setelah berita tentang dirinya tersebar luas, ia tertekan sehingga tidak ingin menemui Agustin.
"Saya tidak bisa menjawab soal itu (komunikasi). Karena pemberitaan tersebut menyangkut masa depan saya. Kalian pun kalau dalam posisi saya pasti tertekan," lanjut Olivia Nathania. "Kalau ditanya hubungan pelapor pasti saya berpikir ulang untuk berbicara dengan pelapor lagi, karena beritanya sudah ke mana-mana."
Sementara itu, Olivia Nathania dan suaminya Rafly N Tilaar telah dilaporkan atas kasus dugaan penipuan, penggelapan uang, dan pemalsuan surat berkedok tes CPNS. Korban yang berjumlah 225 orang telah menderita kerugian mencapai Rp 9,7 miliar rupiah. Tak hanya meminta bayaran Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per orang, Olivia juga dituding memalsukan dokumen.
(wk/inta)