'Squid Game' Dikritik Media Korea Utara Soal Kemanusiaan, Netizen Global Pertanyakan Ini
Instagram/hoooooyeony
TV

Korea Utara secara terbuka membuat kritikan terhadap drama TV sukses dari Korea Selatan yaitu 'Squid Game', namun netizen global bukannya fokus terhadap pendapat mereka tetapi justru mempertanyakan hal lain.

WowKeren - Kesuksesan drama asal Korea Selatan "Squid Game" terus meningkat sehingga begitu banyak publik yang tertarik untuk membahas makna di balik adegan setiap episodenya. Dengan adanya ruang diskusi yang dibuat oleh publik secara tidak langsung juga menarik perhatian media asal Korea Utara yang memiliki hubungan tidak biasa dengan negara tetangganya sendiri.

Pada Selasa (12/10), outlet media berita Korea Utara bernama "Meari" menjadikan fenomena "Squid Game" sebagai bahan untuk mengkritik tentang perekonomian serta kesejahteraan Korea Selatan. Dikatakan oleh media Korea Utara tersebut bahwa "Squid Game" menjadi gambaran dari negara pembuatnya itu sendiri dan berhasil menonjolka aspek kemanusiaan yang dinilai minim itu.

"Drama TV Korea Selatan 'Squid Game' yang mengungkapkan realitas masyarakat Korea Selatan di mana yang kuat memangsa yang lemah dan di mana korupsi merajalela telah ditayangkan mendapatkan popularitas di kalangan pemirsa," tulis media Korea Utara mengkritik drama "Squid Game".

"Alasan acara ini mendapatkan banyak popularitas adalah karena ia menggali realitas masyarakat Korea Selatan dan kapitalis di mana ada persaingan ekstrem untuk bertahan hidup dan yang kuat memangsa yang lemah," lanjut ulasan dari media Korea Utara tersebut.


Mereka terus mengkritik Korea Selatan dengan mengatakan keburukan negara tetangganya itu dari segi kemanusiaan. "Korea Selatan adalah masyarakat liar di mana manusia didorong ke dalam persaingan ekstrim dan kemanusiaan musnah," tulis media Korea Utara.

"Khususnya, orang kaya yang menganggap permainan pembantaian yang mengerikan ini sebagai bentuk hiburan, merasakan kesenangan dalam menciptakan aturan permainan di mana yang lemah dapat dimangsa dan harus mati jika tidak menang tempat pertama menunjukkan ketidaknyamanan dan masyarakat yang tidak adil," lanjut isi kritikan media Korea Utara.

Media Korea Utara terus berbicara negatif tentang masyarakat Korea Selatan menggunakan acara tersebut dan menjelaskan kalau kenyataan dari kehidupan di Korea Selatan adalah banyak yang didiskualifikasi dari persaingan ketat masyarakat Korea Selatan. Sangat disayangkan bahwa mereka hidup di dunia di mana orang dinilai hanya berdasarkan uang.

Sementara itu, pernyataan media Korea Utara justru mendapat serangan balik dari netizen global soal kemanusiaan. Banyak netizen yang mempertanyakan bagaimana bisa negara seketat Korea Utara bisa menyaksikan drama yang tayang di platform Netflix ini.

"Kenyataannya adalah 'Squid Game' tidak hanya terjadi di Korea Selatan tetapi di seluruh dunia. Lucu ketika Korut (Korea Utara) hanya menuduh itu gambaran dari negara ini," komentar netizen. "Mereka seharusnya berkaca lebih dulu sebelum mengatakan ini," tulis komentar netizen. "Apa Korut tidak memblokir drama 'Squid Game' dan layanan Netflix? Bagaimana mereka bisa menyaksikan drama ini? Kalau memang dari Korea Utara mengatakan ini, aku hanya bisa tertawa. Mereka melawak?" komentar netizen lainnya.

(wk/taki)

You can share this post!

Related Posts