Presiden Filipina Siap Pimpin Program Suntik Diam-Diam Kaum Anti Vaksin COVID-19
AFP
Dunia
Vaksin COVID-19

Presiden Rodrigo Duterte mengungkap target bisa memvaksin 50 persen populasi Filipina pada akhir 2021. Karena itulah ia siap bertindak tegas terhadap kaum antivaksin COVID-19.

WowKeren - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kerap mengusulkan kebijakan kontroversial sepanjang menjabat. Yang terbaru adalah cara jitu Duterte untuk mencapai target vaksinasi COVID-19 di Filipina pada akhir 2021.

Secara spesifik, Duterte menyasar kelompok antivaksin COVID-19 yang menurutnya menghambat capaian target. Karena itulah, pada Senin (11/10) kemarin, Duterte mengusulkan agar kelompok antivaksin COVID-19 disuntik diam-diam saat mereka terlelap.

Usulan ini disampaikan ketika presiden berusia 76 tahun tersebut menegaskan kembali keinginannya untuk mencapai target vaksinasi 50 persen populasi Filipina pada akhir 2021, bahkan kalau bisa di kota-kota besar sebelum hari Natal tiba. Sedangkan saat ini Filipina baru mencapai 22 persen cakupan vaksinasi.

"Masalahnya adalah mereka yang tidak mau divaksin," imbuh Duterte, dikutip dari CNN Philippines pada Kamis (14/10). Karena itulah Duterte lantas mengusulkan program menyuntikkan vaksin diam-diam ke mereka yang menolak, bahkan ia bersedia memimpin sendiri program tersebut.


"Cari mereka di desa-desa. Pergi ke sana saat mereka istirahat dan suntik mereka saat mereka tidur, jadi tugas kita bisa selesai," tegas Duterte. "Saya yang akan melakukannya. Saya akan memimpin perjalanan ini."

Padahal, sebagai informasi, vaksinasi COVID-19 bukan kewajiban di Filipina. Kementerian Kesehatan negara yang baru diterjang badai Kompasu tersebut menekankan pentingnya persetujuan individu sebelum menerima suntikan vaksin COVID-19.

Kendati demikian, dalam pidato tersebut, Duterte juga mengakui bahwa pemerintah telah lalai. Pasalnya pemerintah tidak berhasil menggaet perusahaan yang bisa menjual vaksin kepada Filipina sehingga sulit menyediakan stok vaksin di awal tahun kemarin.

Ancaman vaksinasi saat tidur ini bukan satu-satunya yang pernah disampaikan Duterte. Sebelumnya ia pernah mengultimatum masyarakat untuk memilih, mau divaksin atau dipenjara.

Selain itu, Duterte juga mengancam akan menyuntikkan vaksin babi bagi mereka yang menolak menerima vaksin COVID-19. "Ini akan membunuh (virus), sekaligus membunuh Anda," tegas Duterte.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts