Taliban Puji Pelaku Bom Bunuh Diri dan Janjikan Uang Hingga Tanah Bagi Keluarganya
AP Photo/Bernat Armangue
Dunia

Sirajuddin Haqqani selaku Menteri Dalam Negeri sementara Taliban menawarkan hadiah tersebut kepada puluhan anggota keluarga pelaku yang berkumpul di sebuah hotel di Kabul, Afghanistan, pada Senin (18/10).

WowKeren - Taliban menjanjikan sebidang tanah bagi kerabat pelaku bom bunuh diri yang aksinya telah menewaskan tentara Amerika Serikat dan bahkan warga Afghanistan sendiri. Sirajuddin Haqqani selaku Menteri Dalam Negeri sementara Taliban menawarkan hadiah tersebut kepada puluhan anggota keluarga pelaku yang berkumpul di sebuah hotel di Kabul, Afghanistan, pada Senin (18/10).

Dalam pertemuan tersebut, Haqqani memuji pelaku bom bunuh diri yang telah tewas tersebut sebagai "martir". Menurut Saeed Khosty selaku juru bicara Kemendagri Taliban, Haqqani menyebut para pelaku bom bunuh diri itu sebagai "pahlawan Islam dan negara". Di akhir pertemuan, Haqqani juga disebut membagikan uang senilai 10.000 afghani atau setara Rp 1,5 juta per keluarga dan menjanjikan sebidang tanah untuk mereka.

Khosty memposting foto Haqqani yang memeluk kerabat pelaku bom bunuh diri di sebuah auditorium yang penuh sesak. Melansir AP News, janji hadiah untuk pelaku bom bunuh diri ini dinilai menandakan pendekatan yang bertentangan dalam kepemimpinan Taliban.

Taliban diketahui mencoba memposisikan diri mereka sebagai penguasa yang bertanggung jawab, yang menjanjikan keamanan bagi semua dan mengutuk aksi bunuh diri dari kelompok militan Negara Islam (IS) yang merupakan saingan mereka. Namun di sisi lain, Taliban memuji taktik bom bunuh diri yang dilakukan pengikut mereka.


Adapun Taliban sendiri tengah berupaya membuka saluran diplomatik dengan komunitas internasional yang sebagian besar masih enggan mengakui kekuasaan mereka di Afghanistan secara resmi. Pertemuan-pertemuan penting Taliban dengan para pejabat asing telah difokuskan untuk memperoleh bantuan bagi warga Afghanistan yang miskin. PBB sendiri telah memperkirakan hampir seluruh penduduk Afghanistan akan jatuh ke dalam kemiskinan karena krisis ekonomi yang parah.

Taliban juga tidak mampu mengasingkan AS yang telah membekukan miliaran dolar aset Afghanistan sesuai dengan protokol sanksi internasional. Organisasi moneter internasional menghentikan pencairan yang setara dengan 75 persen dari pengeluaran pemerintah Afghanistan sebelumnya.

Meski demikian, Taliban juga tak bisa kehilangan basis garis keras mereka, terutama di tengah meningkatnya ancaman ISIS. Pada 8 Oktober 2021 lalu, ISIS telah mengaku bertanggungjawab atas aksi bom bunuh diri di sebuah masjid syiah di kota Kunduz di timur laut Afghanistan.

Bom itu meledak ketika umat Muslim Syiah tengah melaksanakan ibadah Salat Jumat di masjid tersebut. Pejabat setempat mengklaim setidaknya 100 orang menjadi korban dalam ledakan ini, baik yang meninggal dunia ataupun yang terluka.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts