Jepang Longgarkan Pembatasan Jumlah Penonton di Acara Besar Mulai November
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menurut sumber, tidak menutup kemungkinan ketika kebijakan ini mulai diterapkan, penonton nantinya akan diharuskan untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes COVID-19 negatif.

WowKeren - Pemerintah Jepang berencana melonggarkan pembatasan jumlah penonton di acara-acara berskala besar. Tak hanya untuk acara olahraga namun juga konser musik.

Rencana ini akan diterapkan mulai minggu depan menyusul penurunan kasus COVID-19 yang stabil di negara itu. Saat ini jumlah maksimum penonton yang diperbolehkan pada acara tersebut dibatasi hingga 10.000 atau 50 persen dari kapasitas venue.

Pemerintah pada Senin akan mencabut batas maksimal 10.000 penonton yang diberlakukan di Tokyo dan 26 prefektur, yang berada di bawah keadaan darurat atau keadaan darurat hingga bulan lalu, kata sumber tersebut sebagaimana melansir Kyodo News. Sumber itu juga menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan diselesaikan setelah dibahas oleh subkomite pemerintah terkait tanggapan virus corona pada Kamis (28/10).

Pemerintah juga diharapkan mempertimbangkan cara untuk lebih melonggarkan pembatasan. Misalnya mengizinkan kapasitas penuh suatu tempat dalam kondisi tertentu, dan mempresentasikannya bulan depan ketika menyusun laporan tanggapan COVID-19.


Sumber lebih jauh menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan ketika kebijakan ini mulai diterapkan, penonton nantinya akan diharuskan untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes COVID-19 negatif.

Sementara itu, Jepang telah menginokulasi lebih dari 70 persen populasinya hingga kini, sebagaimana ditunjukkan oleh data pemerintah pada Selasa (26/10). Capaian ini menempatkan negara itu di antara tiga besar di negara-negara Kelompok Tujuh setelah peluncuran vaksin yang awalnya lambat.

Dari populasi Jepang yang berjumlah 125 juta, 70,1 persen telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, menurut pemerintah. Di antara orang berusia 65 tahun ke atas di Jepang, 90,4 persen telah divaksinasi lengkap pada Senin.

Sedangkan orang yang berusia 30-an baru 60,8 persen yang sudah menerima vaksinasi lengkap. Disusul dengan 57,0 persen orang berusia 20-an dan 47,7 persen mereka yang berusia antara 12 dan 19 tahun. Tingkat inokulasi di Jepang saat ini hampir setara dengan Italia, yang berada di tingkat kedua setelah Kanada, di mana 72,65 persen dari total populasi telah divaksinasi pada 16 Oktober.


.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts