Singapura Bakal Selidiki Lonjakan Kasus COVID-19 Yang Dinilai Tak Biasa
pixabay.com
Dunia
Pandemi Virus Corona

Belakangan ini, Singapura disebut mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang tidak biasa. Kini, Kemenkes Singapura tengah berupaya untuk memperbaiki kondisi COVID-19.

WowKeren - Hingga saat ini, masing-masing negara di dunia tengah berupaya keras untuk bisa keluar dari pandemi COVID-19. Salah satunya adalah Singapura yang belakangan ini diketahui juga mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura mengatakan bahwa pihaknya tengah mencari atau menyelidiki lonjakan kasus COVID-19 yang dinilai tidak biasa. Adapun lonjakan kasus yang tak biasa dimaksudkan adalah dilaporkan 5.324 kasus baru COVID-19. Angka ini juga merupakan yang terbesar sejak awal pandemi dimulai.

Selain itu, Singapura juga mencatat 10 kematian baru akibat COVID-19 pada Rabu (27/10). Dengan ini jumlah korban meninggal COVID-19 menjadi 349 orang.

"Angka infeksi hari ini luar biasa tinggi, sebagian besar karena banyak kasus positif COVID-19 yang terdeteksi oleh laboratorium penguji dalam beberapa jam di sore hari," papar Kementerian Kesehatan (MOH) dalam sebuah pernyataan, Rabu (27/10) malam. "Depkes sedang melihat lonjakan kasus yang relatif singkat, dan memantau dengan cermat tren selama beberapa hari ke depan."


Melansir Al Jazeera, hingga Rabu (27/10), total angka kesembuhan COVID-19 di Singapura mencapai 20.895 orang. Sementara itu ada 4.589 orang yang masih berada di fasilitas perawatan masyarakat, dan 849 orang berada di fasilitas perawatan, sedangkan 1.777 orang berada di rumah sakit untuk observasi.

Berdasarkan pernyataan dari Kemenkes Singapura, lonjakan COVID-19 yang terjadi baru-baru ini, dinilai merupakan penyebab setelah pelonggaran beberapa pembatasan telah dibuka. Maka dari itu, saat ini pemerintah kembali menunda pembukaan lebih lanjut.

Sebagai informasi, adapun pembatasan di Singapura itu telah kembali diperpanjang pada pekan lalu. Tujuannya adalah untuk menekan penyebaran COVID-19 selama sekitar satu bulan. Selain itu, langkah ini diambil juga untuk menekan angka perawatan di sistem perawatan kesehatan.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi COVID-19 pada masyarakat Singapura telah mencapai 80 persen. Dengan capaian ini, diharapkan bisa semakin menekan penyebaran virus COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts