Kripto 'Squid Game' Runtuh, Pendiri Disebut Melarikan Diri
Unsplash/Jievani Weerasinghe
Dunia

Seorang investor Squid anonim mengatakan kepada CoinMarketCap bahwa ia telah menginvestasikan $ 5.000 ke dalam mata uang kripto tersebut dan akhirnya kehilangan segalanya.

WowKeren - Nilai mata uang kripto yang terinspirasi dari serial Korea Selatan populer "Squid Game" dilaporkan runtuh pada Senin (1/11), kurang dari dua minggu usai para investor bisa mulai membeli token. Padahal nilai kripto Squid Game sempat melonjak lebih dari 310.000 persen pada Minggu (31/10) malam. Pendiri anonim proyek ini dilaporkan melarikan diri dengan hasil investor.

Tepat sebelum keruntuhannya, nilai token telah melonjak menjadi $ 2.856. Situs web token dan akun sosialnya pun kini telah menghilang. Twitter juga sempat menandai akun kripto Squid Game dengan label "aktivitas yang mencurigakan".

Sebagai informasi, token tersebut tersedia untuk dibeli pada 20 Oktober 2021 lalu. Sedianya, mata uang kripto tersebut akan menjadi token bayar untuk memainkan game online yang terinspirasi oleh Squid Game.

Game tersebut akan diluncurkan pada bulan November dan promotornya mengatakan pemenang akan diberi lebih banyak token Squid. Tetapi bahkan ketika harga mata uang kripto itu melonjak nilainya minggu lalu, banyak yang mencatat bahwa token itu bisa saja curang.


Menurut beberapa laporan, investor mengalami kesulitan menjual token mereka dan white paper-nya sarat dengan kesalahan tata bahasa. Gizmodo melaporkan bahwa pencipta kripto Squid Game bisa meraup $ 2,1 juta usai runtuhnya token tersebut.

Sebelum keruntuhan tersebut, situs web pelacakan harga mata uang kripto CoinMarketCap rupanya telah memperingatkan pembeli potensial terkait sifat penipuan token itu. Investor diminta untuk "melakukan uji tuntas Anda sendiri dan berhati-hatilah saat berdagang". Mereka juga memperingatkan bahwa investor mengalami kesulitan menjual token mereka.

Seorang investor Squid anonim mengatakan kepada CoinMarketCap bahwa ia telah menginvestasikan $ 5.000 ke dalam mata uang kripto tersebut. "Saya kehilangan semua yang saya miliki dalam proyek ini," ujar investor tersebut.

Sebelumnya, para ahli telah memperingatkan investor untuk berhati-hati ketika mempertimbangkan untuk membeli mata uang kripto "meme" yang dibuat berdasarkan fenomena budaya. Bahkan jika mata uang kripto tersebut tampak berjalan dengan baik di pasar.

"Hebatnya, banyak koin seperti itu dengan cepat menarik minat investor, yang mengarah ke valuasi yang sangat meningkat," kata ekonom Cornell University Eswar Prasad kepada BBC. "Investor ritel naif yang terjebak dalam hiruk-pikuk spekulatif seperti itu menghadapi risiko kerugian besar."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait