Spekulasi online ini berawal dari pemberitahuan Kementerian Perdagangan yang diposting Senin (1/11) malam yang mendorong warga menyimpan beberapa kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan keadaan darurat.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 05 November 2021 - 09:48 WIB
WowKeren - Pemerintah Tiongkok menyarankan warganya untuk menimbun kebutuhan sehari-hari mereka. Meski demikian, arahan itu tidak menjelaskan lebih jauh apakah instruksi tersebut berkaitan dengan kondisi kekurangan makanan atau dimotivasi oleh kekhawatiran bahwa tindakan COVID-19 dapat mengganggu rantai pasokan.
Belakangan, rekomendasi tersebut justru memicu berbagai spekulasi di internet. Salah satunya adalah: Apakah Tiongkok akan berperang dengan Taiwan?
Sebagian besar analis menilai permusuhan militer antara Tiongkok dengan Taiwan tidak akan terjadi. Namun unggahan di media sosial menunjukkan banyaknya orang yang memikirkan spekulasi tersebut dan mengeluarkan banyak komentar perang.
Sebagian besar penduduk yang diwawancarai di Beijing menilai bahwa perang dengan Taiwan tidak akan mungkin terjadi. Meski demikian, mereka mengakui adanya peningkatan ketegangan.
"Saya tidak merasa panik tetapi saya pikir kita harus lebih waspada tentang ini daripada di masa lalu,” kata seorang warga bernama Hu Chunmei, dikutip dari AP News pada Jumat (5/11).
Adapun spekulasi online ini berawal dari pemberitahuan Kementerian Perdagangan yang diposting Senin (1/11) malam tentang rencana untuk memastikan pasokan dan harga sayuran yang stabil dan kebutuhan lainnya untuk musim dingin dan musim semi. Dalam pemberitahuan tersebut, warga didorong untuk menyimpan beberapa kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan keadaan darurat. Hal tersebut lantas memicu diskusi di media sosial bahwa kementerian bisa memberi sinyal kepada orang-orang agar bersiap untuk perang.
Terlepas dari spekulasi perang ini, beberapa kota di Tiongkok telah melaporkan habisnya pasokan beras, mie, dan minyak goreng. Kekhawatiran yang lebih mendesak bagi sebagian orang adalah kemungkinan lockdown lingkungan karena wabah COVID-19 menyebar di beberapa provinsi.
Pemerintah Tiongkok lantas bergerak cepat untuk meredam ketakutan tersebut dengan menjamin adanya pasokan yang cukup. Di lorong salah satu supermarket Beijing, dipasang sebuah tanda kuning yang meminta pelanggan untuk membeli secara wajar dan tidak mendengarkan rumor.
(wk/Bert)